02 February 2013

Koes Plus di Pasar Pucang

Setiap malam puluhan orang cangkrukan di emperan toko Pasar Pucang, Surabaya. Ngopi, njajan gorengan, makan mi instan. Ada lagi yang asyik menonton televisi, khususnya siaran langsung sepakbola.

Saya pun sering mampir untuk cangkrukan di situ. Bersantai, menikmati hawa malam Surabaya. Wow, warung kopi di sebelah kembali memutar lagu-lagu Koes Plus.

Kembali ke Jakarta. Hidupku selalu sepi. Nusantara. Kisah sedih di hari Minggu. Kolam susu. Bis sekolah.

Begitu banyak orang yang ikut bersenandung atau menyanyi. Rupanya penggemar Koes Plus ini sangat bervariasi. Mulai belasan tahun hingga para lansia. Mereka hafal lagu-lagu band lawas asal Tuban itu.

Malam ini lagi-lagi Koes Plus diputar. Udara sejuk selepas diguyur hujan deras. Penikmat kopi tak sebanyak biasanya tapi tetap saja meriah. Asyik memang menikmati lagu lawas Koes Plus yang masih nikmat meski diputar tiap malam.

Koes Plus harus diakui merupakan band fenomenal di Indonesia. Sulit dipercaya, lagu-lagunya masih digemari sampai sekarang, setidaknya seperti yang saya rasakan di Pasar Pucang. Orang tak bosan mendengar lagu-lagu yang sama dari hari ke hari.

Mengapa tidak memutar lagu-lagu baru atau dangdut koplo? Sudah dilakukan. Apalagi stan itu memang berjualan CD/VCD musik dengan koleksi paling banyak lagu-lagu baru.

"Tapi yang bisa dinikmati cuma lagu-lagu lawas, khususnya Koes Plus," kata pedagang CD/VCD.

No comments:

Post a Comment