09 February 2013

Gebyar Sincia di Singapore National Academy Sidoarjo


Auditorium Singapore National Academy (SNA) di kawasan Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jumat (8/2/2013), merah total. Para siswa, guru, dan orang tua murid mengenakan busana khas Tionghoa yang didominasi warna merah. Aneka hiasan di atas panggung pun menggunakan warna simbol kebahagiaan dan keberuntungan itu.

Bahkan, beberapa guru asal Eropa dan Amerika pun mengenakan busana Tionghoa. Dipandu pembawa acara berbahasa Mandarin dan Inggris, para siswa secara bergantian mengisi acara di atas panggung. Para siswa SNA mulai TK/PG hingga SMA membuktikan bahwa mereka tak hanya piawai di bidang akademik dan kemampuan berbahasa Mandarin dan Inggris, tapi juga berkesenian.

Yang menarik, beberapa lagu daerah Indonesia dibawakan dengan lincah dengan syair bahasa Mandarin. Seperti diketahui, SNA yang diresmikan pada 12 Maret 2005 ini memang merupakan sekolah internasional yang menggunakan kurikulum Singapura dan Indonesia. Selain pelajaran bahasa Indonesia, para pelajar juga dibiasakan berbahasa Mandarin dan Inggris.

"Perayaan tahun baru Imlek seperti ini memang selalu kami adakan setiap tahun. Karena tahun ini tahun ular, maka aksesoris yang dominan pun berupa gambar ular," jelas Leni Lindawati, senior marketing SNA.

Menurut Leni, pihaknya sengaja mengadakan perayaan Sincia lebih awal karena para siswa SNA yang mayoritas etnis Tionghoa ini dipastikan menikmati pergantian shio naga ke shio ular bersama keluarga. Meski begitu, pihak sekolah mengundang semua orang tua atau wali murid untuk bersama-sama menikmati kemeriahan perayaan tahun baru bersama anaknya.

"Dengan begitu, para orang tua bisa mengapresiasi penampilan anak-anak mereka," kata alumnus Universitas Kristen Petra itu.

Seperti perayaan tahun baru Imlek di tempat lain, menurut Leni Lindawati, para guru dan manajemen SNA mengharapkan keberuntungan dan berkat yang berlimpah di tahun yang baru. Ini juga disimbolkan oleh kehadiran Dewa Rezeki yang diperagakan seorang siswa. Para siswa dan undangan pun berebut foto bersama sang dewa keberuntungan itu.

"Asyik aja foto bareng dewa keberuntungan. Beliaunya kan cuma muncul setahun sekali," kata seorang siswi lantas tertawa kecil.

No comments:

Post a Comment