16 January 2013

Shienny Kurniawati dkk tampilkan Butterfly Lovers


 Memeriahkan tahun baru Imlek 2564 ini, Shienny Kurniawati dan kawan-kawan menggelar konser bertajuk The Legendary Butterfly Concert di Balai Adika, Hotel Majapahit, Surabaya, Jumat (22/2/2012). Shienny, yang juga pemain harpa pertama di Surabaya, Butterfly Lovers ini lebih dikenal dengan legenda Sampek Engtay dari Tiongkok.

"Ceritanya mengenai tragedi romantika antara dua kekasih. Legenda ini sering dianggap sebagai Romeo dan Juliet versi Tiongkok. Jiwa mereka dilahirkan kembali sebagai sepasang kupu-kupu yang terbang bersama," kata Shienny Kurniawati.

Selain Shienny sebagai pemain harpa, konser ini juga menampilkan Glenn Bagus Zulkarnain (piano), Finna Kurniawati (violin), dan Nino Ario Wijaya (klarinet). Keempat musisi muda ini sudah tak asing lagi di kalangan penggemar musik klasik di Surabaya. Apalagi, dulu Shienny Kurniawati dan sauadarinya, Finna Kurniawati, merupakan violinis andalan Surabaya Symphony Orchestra.

Selain komposisi Sampek Engtay, menurut Shienny, mereka juga membawakan musik dari negara-negara di Asia seperti Jepang, Indonesia, dan Thailand. "The Butterfly Lovers Violin Concerto, sebuah komposisi legendaris dari Tiongkok, merupakan tema utama konser ini," katanya.

Gadis yang pernah belajar musik klasik di Beijing ini menambahkan, konser di awal tahun 2013 ini sengaja menampilkan karya-karya yang sangat jarang dibawakan di Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan penampilan perdana di Indonesia.

"Kita ingin penggemar musik di Surabaya bisa menikmati musik yang berkualitas," katanya.

Meski keempat musisi ini punya kesibukan sendiri-sendiri, Shienny optimistis konser ini berlangsung sukses. Mereka berusaha menyisihkan waktu untuk berlatih bersama di Surabaya.

"Sekarang ini saya masih berada di Jakarta. Minggu depan saya akan ke Surabaya untuk memantapkan persiapan konser ini," katanya.

No comments:

Post a Comment