26 January 2013

Ciswak jelang tahun ular


 Tahun baru Imlek atau Sincia baru berlangsung pada 10 Februari 2012. Namun, saat ini sejumlah kelenteng telah melakukan persiapan untuk menyambut datangnya tahun ular air.

Sekitar 30 orang pengurus dan jemaat Kelenteng Hong San Ko Tee, Surabaya, misalnya, mengadakan pertemun pada Kamis (24/1) lalu. "Kebetulan bertepatan dengan hari libur nasional (Maulid Nabi Muhammad SAW), ya, kami manfaatkan untuk kumpul-kumpul. Soalnya, sudah lama tidak bertemu," ujar Swie Lioe, pengurus kelenteng di Jl Cokroaminoto 12 itu.

Tak sekadar kumpul-kumpul, para jemaat pun terlihat melakukan sembahyang di altar-altar yang ada di dalam tempat ibadah Tridharma ini. Beberapa pengurus mengecek peralatan sembahyang seperti kertas, lilin (hio), hingga minyak kelapa, yang biasa dipakai untuk bahan bakar hio.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut Swie Lioe, menjelang Sincia ini pihaknya menggelar ciswak bersama. Upacara ruwatan ala Tionghoa itu digelar pada Ahad (27/1) besok. Dipimpin Suhu Gunawan, ruwatan ini dimaksudkan untuk membersihkan diri untuk menyambut datangnya tahun yang baru.

"Kita berdoa dan memohon kepada Sang Pencipta agar dijauhkan dari malapetaka dan diberikan berkat yang melimpah. Kita juga sekaligus mendoakan agar Kota Surabaya dan bangsa Indonesia dijauhkan dari bencana alam dan sebagainya," kata wanita yang murah senyum ini.

Sesuai penanggalan Tionghoa, menurut Swie Lioe, ada dua shio yang ciong besar pada tahun ular air, yakni shio ular dan shio babi. Jemaat atau warga Tionghoa yang termasuk kedua shio ini sangat dianjurkan untuk mengikuti ciswak. Shio macan dan shio monyet juga diimbau untuk ikut ciswak karena dikategorikan ciong kecil.

"Orang yang ciong itu ada saja halangannya dalam kehidupan, baik itu usaha, bisnis, dan sebagainya. Nah, ciswak ini semacam upacara khusus untuk tolak bala dalam tradisi Tionghoa," jelasnya.

Bagaimana dengan delapan shio lain yang tidak masuk ciong besar dan ciong kecil?

Swie Lioe menyarankan agar tetap mengikuti ritual khusus ini. "Lebih bagus kalau ikut juga. Toh, tujuannya juga bagus untuk keselamatan orang itu sendiri," katanya.

Adapun syarat mengikuti ciswak di Kelenteng Cokro ini sederhana saja. Di antaranya, membawa pakaian bekas layak pakai untuk disumbangkan. Membawa tiga keping uang logam.

"Jangan lupa membawa handuk untuk dipakai sendiri," pungkas Swie Lioe.

No comments:

Post a Comment