04 December 2012

Sapi hilang, mari makan ikan

Indonesia krisis sapi? Masyarakat kesulitan mendapatkan daging sapi? Puji Tuhan, kata teman saya yang vegetarian. Krisis daging sapi, menurut dia, justru disyukuri karena masyarakat bisa beralih ke sumber protein yang lain.

Gak makan sapi gak mati kita, katanya. Setelah terserang komplikasi penyakit, si vegan ini gencar kampanye menghindari konsumsi daging hewan berkaki empat. Efeknya buruk dalam jangka panjang, katanya.

Kalaupun belum bisa stop hewani, dia menganjurkan masyarakat supaya mengonsumsi ikan laut atau ikan tambak. Protein ikan tak kalah dengan sapi atau kambing. Ikan punya omega 3 yang sangat bermanfaat.

Belum lama ini ada pameran makanan vegetarian di ITC Surabaya. Penyelenggaranya Buddha Tzu Chi, organisasi asal Taiwan yang getol kampanye vegetarian. Saya sempat ngobrol dengan beberapa pengurusnya. Wow, ternyata mereka punya filsafat vegetarianisme yang sangat kukuh.

Saya dikasih tabloid Tzu Chi. Isinya pun membahas pentingnya vegetarian, sayangi binatang dan sebagainya. Dengan menjadi vegetarian, kita menjadi lebih sehat sekaligus ikut menyelamatkan bumi.

Berapa sapi yang harus disembelih demi memuaskan selera maknyus manusia? Berapa kambing yang digorok? Berapa babi yang dibantai di Tiongkok, Taiwan, Eropa atau Amerika setiap hari?

Saya belum bisa mengikuti anjuran kaum vegan. Saya lebih pro kampanye makan ikan (laut) dari kementerian perikanan dan kelautan. Lebih murah harga ikan ketimbang daging sapi. Juga lebih sehat karena ikan bukan hewan berkaki empat.

2 comments:

  1. Hayok kita makan ikan...eh tapi amis hehe. Itu masih jadi salah satu kendala saya makan ikan setiap hari (sambil nulis sambil nutup hidung seperti ketika mencium bau ikan).

    Sudah lama saya tidak makan daging sapi, kambing dll. Paling top makan ayam, dikuliti dulu. Takut lemaknya hehe.

    Berapa harga 1 kg daging sapi sekarang bang?
    Di sini berkisar 10-12dlr / kg. Memang mahal. Tapi ikan pun di sini mahal, kalau yang dipilih adalah ikan salmon dan herring hehehe

    ReplyDelete
  2. Krn jaman sekarang orang mau makan daging setiap hari, peternakan sapi (dan babi, ayam, dll) itu jadi perusak lingkungan. Limbahnya luar biasa, dan kentut jutaan sapi, babi itu menjadi penyumbang gas penyebab efek rumah hijau

    ReplyDelete