19 December 2012

Real Madrid keok terus, stop nonton La Liga

Musim ini Real Madrid hancur. Umpan tak akurat, organisasi lemah, tak bisa menembus pertahanan lawan. Wajar kalau tim asuhan Jose Mourinho ini kalah terus. Termasuk sama tim-tim lemah.

Sebaliknya, Barcelona terlalu perkasa. Sempurna. Jenius. Dua tingkat di atas Madrid. Tim Real Madrid yang sekarang saya kira sulit mengalahkan Barcelona B.

Maka La Liga pun selesai sebelum separo musim berakhir. Barca juara. Semoga Mourinho dipecat karena gagal meracik pemain-pemain mahal itu. Sudah tidak enak dilihat, kalah terus pula. Kebalikan dengan Barca: main bagus dan menang terus.

Lupakan el clasico. Realmadrid bukan lagi lawan sepadan Barca. Peringkat kedua justru Atletico, bukan Madrid. Benar-benar tragedi bagi klub besar dan kaya seperti Madrid. Kehebatan Barcelona membuat tim Madrid saat ini hanya setara Barcelona C.

Bagi saya pribadi, kehancuran Madrid ini merupakan tonggak awal untuk mengubah kebiasaan buruk yang sudah kronis. Yakni melekan pukul dua atau tiga dini hari untuk menyaksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Real Madrid atau Barcelona. Bad habit yang hanya merusak kesehatan saya. Buat apa memaksa diri melihat La Liga kalau kualitas Barcelona dengan Messi, Iniesta, Xavi jauh di atas 19 klub lain?

La Liga menjadi membosankan karena jomplangnya kualitas tim-tim yang ada. Barcelona seperti terlalu mudah mencetak gol. Dan pemain-pemain lawan tak berdaya menghentikan trio Katalan itu.

No comments:

Post a Comment