17 December 2012

Mabel Garcia soprano Argentina konser di Surabaya



Konser Natal Surabaya Symphony Orchestra (SSO) baru saja digelar di ballroom Hotel Shangri-La Surabaya. Konser ke-76 yang dipimpin Solomon Tong ini kian berkesan dengan tampilnya Mabel Garcia, soprano asal Argentina.

"Ini merupakan penampilan saya yang pertama di Surabaya, juga di Indonesia. Saya senang bisa diberi kesempatan oleh Mr Tong untuk memeriahkan konser Natal di Surabaya," kata Mabel Garcia kepada saya di ruang kerjanya, Sekolah Ciputra Surabaya, pekan lalu.

Saat konser bersama SSO itu Mabel Garcia membawakan dua lagu opera dengan tingkat kesulitan cukup tinggi. Yakni, komposisi bertajuk How Beautiful are The Feet karya GF Haendel dan ciptaan WA Mozart berjudul Una Donna a Quindici Anni. Penonton memberikan aplaus meriah usa Mabel memamerkan suaranya yang tinggi dan indah.

"Saya sudah sering tampil di berbagai negara, selain Argentina, negara asal saya. Di Sydney, Kuwait, Dubai, Istambul, dan beberapa kota lain," tutur wanita yang ramah ini.

Dia juga gembira karena Surabaya punya orkestra simfoni seperti SSO yang rutin menggelar konser selama 16 tahun berturut-turut. Hanya saja, penyanyi yang fasih bahasa Spanyol, Italia, Inggris, dan beberapa bahasa lain ini berharap Surabaya bisa memiliki concert hall yang representatif agar konser-konser musik klasik tidak melulu digelar di ballroom hotel berbintang.

"Sebuah ballroom hotel tidak didesain sebagai tempat konser. Konser itu perlu gedung yang akustiknya bagus," katanya. Mabel justru lebih suka gedung konser milik Sekolah Ciputra di kawasan Citraland, Surabaya Barat.

Berbeda dengan artis-artis asing lain, yang biasanya hanya sekadar mampir atau sedang tur ke berbagai negara, Mabel Garcia ternyata sudah tinggal di Surabaya sejak Juli 2012 lalu. Dia bertugas di Sekolah Ciputra sebagai koordinator performing arts. Dia juga guru musik, paduan suara, orkestra, drama, dan tari kelas dunia.
"Saya dikontrak selama dua tahun (oleh Sekolah Ciputra). Jadi, masih cukup lama saya tinggal di Surabaya," katanya.

Sebelum bertugas di Sekolah Ciputra, Mabel Garcia mengaku tak punya banyak pengetahuan tentang Indonesia, apalagi Surabaya. Dia kemudian memperlihatkan peta dunia di laptopnya. "Ini negara saya, Argentina, yang itu Indonesia. Wow, betapa jauhnya jarak antara Argentina dan Surabaya," paparnya seraya tersenyum lebar.

Ditemani Egenson Raul, anak angkatnya asal Haiti, yang berusia enam tahun, Mabel mengaku sangat menikmati pekerjaannya di Surabaya. Apalagi, para muridnya di Sekolah Ciputra dinilai sangat musikal sehingga bisa dengan cepat menangkap pelajaran performing arts yang dia berikan.
"Beberapa waktu lalu saya memimpin mereka untuk tampil dalam konser di Sekolah Ciputra," katanya bangga.

Sebagai guru plus seniman opera yang sering melanglang buana ke berbagai negara, Mabel Garcia mengaku tidak kesulitan beradaptasi dengan masyarakat dan alam Surabaya. Dia justru bangga menjadi bagian dari warga Kota Surabaya yang kian berkembang menjadi kota internasional.

No comments:

Post a Comment