04 December 2012

Dekat di internet, jauh di darat

Belum lama ini Mr Chu datang ke Surabaya. Dia pengusaha kelahiran Jatim yang sudah lama jadi warga negara Hongkong. Saya sering sekali berkomunikasi dengan beliau via internet, khususnya email.

Banyak hal menarik diceritakan Chu: pengalaman kerja, adaptasi, TKI, perantau Tionghoa, Kanton vs Mandarin dsb. Sebagian besar ceritanya saya jadikan berita. Wow, Mr Chu ke Surabaya?

Saya pun minta waktu bertemu cukup 30 menit saja. Selain memotret, saya mau wawancara tatap muka. Ingat, wawancara terbaik adalah face to face meeting. Bukan via telepon atau internet.

"Maaf, saya sibuk, tidak ada waktu. Kalau mau nanya, silakan email saja. Oke?" begitu jawabnya via SMS.

Juancuk tenan!

Saya tak menyangka kalau teman online saya ini tidak punya waktu 30 menit untuk saya. Bukan ngobrol omong kosong tapi ada kaitan dengan news. Saya hanya bisa ngelus dada. Tak kukira orang yang begitu akrab di internet itu ternyata jauh di darat. Chu hanya teman virtual yang kadang bikin aku geer karena merasa punya kenalan orang penting di Hongkong sana.

Begitulah. Internet memang membuat hubungan antarmanusia menjadi berubah sama sekali. Kita kadang lebih sering bercakap, chatting, dengan orang-orang jauh, merasa dekat, seakan sudah kenalan bertahun-tahun. Sebaliknya, kita sangat jarang, bahkan tak pernah omong-omong dengan tetangga sebelah rumah. Saya belum pernah diskusi dengan Pak RT atau RW yang rumahnya cuma sepelemparan batu. Saya malah lebih intens diskusi dengan Mr Chu di jagat maya.

Kasus Chu HK ini akhirnya membawa hikmah besar buat saya. Silakan berteman sebanyak-banyaknya dengan teman virtual di internet, tapi jangan abaikan orang-orang di sampingmu.

Di ruang tunggu rumah sakit, terminal, bandara... saya perhatikan hampir semua orang sibuk bicara dengan orang-orang jauh via ponsel, BBM, laptop. Tak ada waktu untuk sekadar basa-basi dengan orang di sebelah.

10 comments:

  1. namanya aja dunia maya, teman maya ya gitulah. tapi teman2 maya ini juga banyak manfaat utk nambah relasi n wawasan.

    ReplyDelete
  2. hehehe.. aq dulu deket sama cewek krn chatting. setelah ketemuan kayaknya gak asyik... kemudian gak deket lagi. memang lebih asyik di dunia maya ketimbang ketemu langsung krn ternyata lebih indah di internet.

    ReplyDelete
  3. saya pernah kost 2 thn di darah sby selatan.... asyik chatting, online, semua penghuni kos gak ada waktu utk ngobrol. sampek keluar dr situ, saya hanya kenal 2 orang saja, padahal yg kost di situ 14 orang. kita kadang asing sama org2 yg dekat secara fisik tapi dekat sama teman chatting. jamannya kayak gini....

    ReplyDelete
  4. Pengamat Indonesia9:09 AM, December 07, 2012

    Kalau tinggal di luar dan pulang kampung setelah sekian lama, banyak sanak saudara dan teman lama yang mau bertemu dalam waktu sempit. Harap Sdr Hurek tidak kecewa dan marah dengan temannya itu, krn memang saya mengalami yang sama.

    ReplyDelete
  5. online friends memang beda sama teman2 sekolah, kuliah, teman kerja or tetangga di kampung. karakter dunia virtual kan lain sama dunia nyata.

    ReplyDelete
  6. Bang Hurek...pakabar?
    Lama tidak berkunjung ke blog abang :-)

    Memang berteman di dunia maya / social media menyenangkan, kita cenderung lebih bebas dan berani dalam mengungkapkan pendapat dan pikiran kita. Bisa adu pintar berdebat pula dengan teman2 itu. Tapi pada akhirnya...kalau kita lagi susah, biasanya teman dunia riil yang akan bantu kita hehehe. Walau ngga semua kasus begitu ya.

    Saya juga punya 'geng' (ini sudah jadi istilah kuno sekarang ya?) akrab yang bermula dari satu jaringan social media fotografi, lalu kopdar...dan akhirnya jadi grup dekat. Ini hebat lho untuk ukuran orang Singapura yang hidupnya sibuk setengah mati :-P

    Jadi...mungkin Bang Hurek perlu bertemu dg banyak 'Mr Chu' lain sebelum akhirnya bertemu dengan 'Mr Chu' yang pas untuk dijadikan teman di dua dunia ini Bang :-)

    Salam hangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam hangat juga untuk mbak Dyah di Singapura. Semoga tetap sehat dan semangat bekerja. Saya masih sering menengok Catatan Pendek yg sekarang lebih hidup krn banyak foto2 menarik di Singapura. Blognya mbak Dyah makin keren dan enak dilihat.

      Merdeka!!!!

      Delete
    2. waduuuh...tersanjung saya dipuji setinggi langit oleh bang Hurek. Terus terang blog sempat terbengkalai karena kesibukan saya sehari-hari. Jadi semangat mengisi blog lagi setelah dikomentari oleh abang nih :-)

      Sehat selalu ya bang Hurek!

      Merdeka juga!

      Delete
  7. menjauhkan yg dekat, mendekatkan yg jauh. memang begitulah karakter IT kayak internet, HP, smartphone, BB dsb. kita ambil positifnya saja.

    ReplyDelete
  8. Saya punya pengalaman kos di beberapa tempat juga begitu. Dengan teman di kamar sebelah tidak pernah bicara lama, cuman say hello aja, sampai akhirnya sama2 keluar. Semua sibuk dg urusan sendiri2, bicara sendiri2 di HP atau main laptop. Saya pikir jamannya memang sudah begitu... krn ada teknologi canggih. Beda dgn jaman dulu wkt HP belum ada kita tiap hari cerita berjam2 sama teman kos. Itu masa lalu yg gak bisa terulang kembali.

    ReplyDelete