09 November 2012

Sukarno-Hatta baru jadi pahlawan nasional

Aneh bin ajaib! Sukarno dan Hatta yang mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia baru diresmikan sebagai pahlawan nasional kemarin. Setelah 67 tahun! Ganjil nian.

Dua tokoh yang mewakafkan hidupnya untuk membentuk Republik Indonesia, gigih melawan penjajah... baru diakui kepahlawanannya secara resmi oleh negara pada 7 November 2012. Tapi beter telaat dan noit! Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali!

Betapa pun telatnya kita layak bersyukur kepada Presiden SBY yang memberikan gelar pahlawan nasional kepada Bung Karno dan Bung Hatta. Paling tidak negara sudah bisa menangkap aspirasi rakyat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Masa si A, B, C pahlawan nasional, sementara kedua pahlawan kok tidak? Kriteria pahlawan pun kian dipertanyakan karena dua Bung besar ini tak kunjung mendapat gelar resmi dari pemerintah RI.

Indonesia memang penuh ironi. Ketika berkuasa, Presiden Soeharto secara sistematis menghapus semua jasa Sukarno. Bung Karno bahkan dikarantina, diperlakukan dengan tak manusiawi, hingga meninggal dunia.

Di mata Soeharto yang berkuasa 32 tahun itu, Sukarno bukan pahlawan tapi.... Syukurlah, rakyat tetap menghormati Bung Karno sebagai pahlawan utama Indonesia.

Soeharto akhirnya kena hukum karma. Presiden yang mengangkat dirinya sendiri sebagai jenderal besar ini kemudian meninggal dalam kondisi mengenaskan. Tapi hartanya masih berlimpah, begitu hasil investigasi TIME.

Presiden era reformasi tak banyak membuat kebijakan yang strategis tentang Soekarno-Hatta. Presiden Megawati binti Soekarno pun tidak. Mungkin Bu Mega sungkan karena statusnya sebagai putri sang proklamator.

Syukurlah, SBY akhirnya mau bikin keputusan penting itu. Sebuah kebijakan politik simbolis yang penuh perhitungan khas SBY.

Yang paling penting, dan sangat tak mudah dilakukan hari ini, adalah melaksanakan ajaran-ajaran Soekarno-Hatta khususnya di bidang politik, ekonomi, budaya. Pasal 33 UUD 1945, yang merupakan visi besar Bung Hatta, kini tinggal kata-kata di atas kertas. Merdeka!

No comments:

Post a Comment