30 November 2012

Sandro Tobing - Merah Hitam Cinta Kita

MERAH HITAM CINTA KITA
Ciptaan Donny Hardono

Kusimpan asmara dalam hati
Kala kutahu rindu menanti
Seputih melati bunga kasihku ini
Di dalam diriku engkau tumbuh dan bersemi
Kurasa hasrat diri menyapa
Di sela raga yang tak berdaya
Mungkinkah nurani cinta kita meraja
Asmara tlah tiba dan milik kita berdua
Ada atau juga tiada
Merah hitam cinta milik kita
Senja kini smakin temaram
Di dalam dunia smua pasti ada
Dan merah hitam cinta kita berdua


Acara Zona Memori (sebelumnya Zona 80) sudah tak ada lagi di Metro TV. Tapi biasanya program musik lawas ini diputar ulang pada pukul 02.00 ke atas. Kita yang sulit tidur bisa menikmati lagi artis-artis lama
yang pernah sangat terkenal di masa lalu. Ketika di Indonesia hanya boleh ada satu stasiun televisi, yakni TVRI.

Maka, penyanyi-penyanyi jebolan Aneka Ria Safari, yang dipandu Sri Maryati, atau Selecta Pop, yang dipandu Mariana Ramelan, muncul lagi di depan kita. Mereka kebanyakan sudah mundur rotal dari musik karena industri pop di Indonesia memang hanya untuk orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun. Kalau ada artis nyanyi yang bisa bertahan hingga 40 tahun jelas pengecualian.

Gara-gara sulit tidur, dan menunggu siaran langsung bola, saya pun nonton Zona Memori. Habis tak ada lagi acara-acara bagus di jam mati itu. Oh, malam itu muncul SANDRO TOBING. Orangnya sangat gemuk,
tambun, penuh lemak, beda banget dengan saat jaya di TVRI zaman dulu.

Sandro juga ternyata suka bercanda, bahkan candaannya agak overdosis sehingga dia tidak sempat menjawab pertanyaan pembawa acara Ida Arimurti. Ditanya serius sama Ida dan Sys NS, Sandro malah bicara ngelantur ke mana-mana. Sehingga kita tidak bisa mengikuti ceritanya baik tentang masa lalu maupun masa sekarang. Artis-artis kita yang sering nongol di televisi memang sering tidak bisa menjaga ritme humor. Ngocol keterlaluan sehingga lupa bahwa dia dihadirkan di televisi untuk memberikan wawancara. Itu yang saya lihat dari seorang Sandro Tobing di Metro TV.

Nah, terlepas dari sisi kecil itu, kualitas vokal Sandro Tobing yang disiarkan Zona Memori masih sangat prima. Merdu, pakai vibrasi, teknik pernapasan yang sempurna. Dia menyanyi layaknya penyanyi-penyanyi
festival tahun 1980-an dan 1990-an yang sangat menekankan teknik produksi vokal yang prima. Gaya menyanyi yang masih kita lihat jejaknya di sejumlah jebolan Indonesian Idol macam Joy Tobing (ada
hubungan keluarga sama Sandro Tobing???), Delon, Regina, Sean, Helena, dan sebagainya.

Setelah menyaksikan Sandro Tobing, saya pun tertarik menelusuri rekaman beliau di Youtube. Ada beberapa lagu lama yang di-posting seperti Nuansa Kasih dan Merah Hitam Cinta Kita. Beberapa lagu dari
album pertamanya juga ada di Youtube. Sayang, kualitas audionya kurang bagus karena ditransfer dari kaset lama yang memang kurang layak tayang di era digital sekarang. Andai ada orang yang bisa merenovasi
rekaman lama itu, wah, pasti lebih asyik dinikmati.

Lagu Merah Hitam Cinta Kita ini, kalau tak salah rilis 1985, bagi saya, enak sekali. Aransemen orkestra menyayat hati, melodinya manis, dengan syair yang sangat puitis. Ada kesamaan vokal di akhir kalimat
alias rima. Sandro yang terlihat kurus, rupanya masih remaja SMA di Jakarta, bisa menghayati syair lagu karangan Donny Hardono ini dengan apik.

Maklum, lagu ini khusus dbuat untuk lomba cipta lagu tingkat nasional. Ajang bergengsi pada masa lalu ini memang sering melahirkan lagu-lagu bagus, kemudian arranger dan penyanyi jempolan macam Elfa Secioria
(penata musik) atau Harvey Malaiholo atau Emilia Contesa atau Bob Tutupoly.

Lewat internet saya jadi tahu bahwa Sandro Tobing masih punya banyak penggemar. Mereka suka vokal dan lagu-lagu Sandro yang manis tapi berbobot.

No comments:

Post a Comment