12 November 2012

Polisi Malaysia perkosa TKI


Belum lama kita bahas iklan tentang pembantu asal Indonesia yang diobral di Malaysia. Sekarang muncul kasus yang lebih mengerikan dan sangat biadab.

Seorang wanita Indonesia diperkosa ramai-ramai oleh tiga polisi Malaysia di kantor polisi Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Polis diraja perkosa TKI di kantor polisi. Jahanam!

Bisa dikata kasus pemerkosaan ini hanya ulah oknum. Kasuistis. Tapi bahwa rape ini dilakukan polisi di kantor polisi.. bagaimana kita menjelaskannya? Ternyata integritas polisi Malaysia serendah itu. Penegak hukum berperilaku seperti binatang. Dan rasanya bintang sekalipun tak pernah lawan jenisnya karena ada mekanisme musim kawin dan sebagainya.

Saya lihat di televisi reaksi pejabat-pejabat kita seperti menlu, menaker, kedutaan sama seperti dulu. Normatif, datar, dan tenang. Tak ada kegemasan atau kegeraman karena mungkin sudah dianggap biasa saja.

Saya sudah lama mengingatkan bahwa TKI di Malaysia yang jumlahnya 3 juta (bahkan 5 juta ditambah ilegal) menjadi masalah serius di Malaysia. Populasinya terlalu banyak dengan pendidikan dan skill yang rendah.

Martabat TKI sangat rendah. Setiap hari jadi bahan pelecehan orang Malaysia, termasuk polisinya. Dan pemerintah tak bisa berbuat apa-apa karena butuh Malaysia sebagai negara majikan. Indonesia masih sebatas negara budak yang hanya bisa jual tenaga.

Bagaimana kita percaya pada hukum di Malaysia kalau kantor polisi pun jadi tempat memperkosa TKI? Bagaimana kita percaya hukum Malaysia kalau seorang Datok Anwar Ibrahim, politikus dan bekas wakil perdana menteri Malaysia, saja dianiaya dan diperlakukan sewenang-wenang oleh penegak hukum Melayu?

Kita sering terbuai oleh jargon BANGSA SERUMPUN yang sering disampaikan orang Malaysia ketika punya masalah dengan Indonesia. Bangsa serumpun kok diperkosa?

Ah, Malaysia... malingsia!

3 comments:

  1. malaysia memang biadab om! budaya kita aja diambil sama mereka. ga tau malu mereka!!

    ReplyDelete
  2. Dik Adi yang berapi-api, kita harus hati-hati menyikapi insiden2 di Malaysia. Tindakan polisi2 tersebutlah yang biadab. Malaysia sebagai negara tetangga tidak biadab. Orang beradab ialah orang yang berbudaya, sebagai lawan dari orang biadab, yaitu orang yang tidak berbudaya.

    Budaya Malaysia banyak yang sama dengan budaya Indonesia, karena dilihat dari tela'ah bahasa, genetika, dan arkeologi, orang Melayu di Malaysia dan orang Indonesia asal-usulnya sama, yaitu dari pulau Formosa (Taiwan), berpuluh ribu tahun yang lalu. Sampai sekarang pun, penduduk asli Taiwan (bukan yang orang Cina) kosa katanya ada yang sama dengan suku2 bangsa di Indonesia dan Malaysia.

    Selain itu, dalam kurun waktu tersebut, ada pengaruh budaya eksternal yang sama, yaitu dari India, Cina, Arab (Islam), Portugis, dan Spanyol. 50 tahun belakangan, banyak sekali imigran dari Indonesia, terutama Jawa, yang beremigrasi ke Malaysia, maka budaya Malaysia sekarang ialah campuran dari semua budaya itu.

    Bila kita memaki orang Malaysia biadab, secara langsung kita memaki orang Indonesia juga biadab, karena akar dan pengaruh budaya kita 70% sama. Yang tidak sama ialah, ada bangsa2 lain selain Melayu yang cukup signifikan di Malaysia: Cina dan Tamil. Juga, orang Melayu di Malaysia, hampir 100% Islam, sedangkan di Indonesia, bumiputera bukan berarti Islam.

    Menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia mungkin memberikan kebanggaan sesaat, akan tetapi dari segi ekonomi ini kebijakan yang tidak bijaksana.

    ReplyDelete
  3. malaysia itu negara feodalisme melayu yg memandang manusia berbeda satu sama lain. org melalu dan islam statusnya lebih tinggi, warga negara kelas satu. PRT itu dianggap budak sehingga diperlakukan secara tidak manusiawi.

    siapa suruh kerja di malaysia?????
    sendiri suka sendiri rasa...
    edoeee sayang......

    ReplyDelete