08 September 2012

Aiguo orang-orang Tiongkok

Kita perlu meniru orang-orang Tiongkok yang sangat bangga, bahkan fanatik, dengan produksi negaranya. Apa pun kata orang tentang barang-barang made in China yang buruk mutunya, mereka tetap bangga menggunakannya.

Bisa jadi para cungkuo ren ini tidak tahu kalau ponsel cungkuo sering diledek orang Indonesia di kota-kota besar. Nona Yen dari Shanghai misalnya selalu pamer plus promosi ponsel nokia ala Tiongkok.

"Ini balang bagus sekali dan mulah. Buat apa pakai hape yang mahal," kata nona yang sudah tiga tahun tinggal di Surabaya ini.

Tak hanya hape, nona cakep ini selalu membawa oleh-oleh camilan dari Shanghai seperti manisan, permen, teh pahit, dsb. Sambil tak lupa bilang semuanya barang bagus dan enak.

Suatu ketika, di sela makan siang, ada orang tionghoa Surabaya yang membahas ponsel pintar. Dia kecam habis ponsel-ponsel cungkuo yang murah dan jelek kualitasnya. Memakai barang buatan Tiongkok bikin gengsi jatuh.

"Tidak bisa xiangshen, hape cungkuo itu bagus," protes Nona Yen.

Kemudian dia nerocos dalam bahasa Mandarin yang sangat cepat. Saya sama sekali tidak paham kecuali xiangshen yang artinya mister atau tuan atau bapak.

Semua orang Indonesia tahu kualitas produk Tiongkok itu kayak apa. Tapi diam-diam saya kagum dengan sikap Nona Yen (juga banyak orang RRT lain di Surabaya) yang sangat cinta produk negerinya. Mereka punya AIGUO yang sangat tinggi. Semangat cinta negara Cungkuo, terlepas dari kelemahan dan kekuragannya.

Sebaliknya, kita orang Indonesia sudah lama dijangkiti XENOFILIA, meminjam istilah Jaya Suprana. Yakni semacam penyakit gandrung berlebihan terhadap segala sesuatu dari luar negeri, khususnya Barat. Kalimat-kalimat bahasa Indonesia sekarang pun sepertinya harus ada frase, ungkapan, atau kata English. Makin nginggris makin keren dan modern.

Maka, kampanye CINTAILAH PLODUK-PLODUK INDONESIA dari taipan Alim Markus layak dipujikan. Meskipun belum tentu Alim Markus sendiri menggunakan ploduk-ploduk dalam negeli.

8 comments:

  1. Aiguo orang China hanyalah Chauvinisme belaka.
    Jika ditanya sejujurnya, maukah engkau pindah ke USA, Kanada, Australia, Singapore atau Eropa ?
    Niscaya 400 juta penduduk China akan segera angkat koper, dengan wajah ber-seri2 meninggalkan negerinya. Orang yang mampu di Tiongkok mana ada yang mau beli product Made in China ? Mereka belinya BMW, Humer, Mercedes, Audi, Ferrari, Porsche, Rolex, Hermes..... dll.
    Yang sungguh2 Aiguo adalah orang2 Hua-qiao.
    Nona Yen itu nonik ingusan yang asal cuap-cuap.
    Orang beli product China, karena murah, bukan karena baik, kalau rusak langsung dibuang. Orang Tiongkok lebih senang pakai buatan Jepang, Korea atau Germany. Orang China adalah manusia yang paling Dekadenz, ciri2 OKB.
    Begini Bung Hurek; Orang2 Indonesia sesamanya menghujat pemerintah Indonesia, namun jika ada orang asing berani menjelekkan Indonesia, kita langsung marah. Demikian pula dengan orang China, atau orang Yahudi. Kalau mau maki Israel, kamu harus orang Yahudi. Kalau mau maki China, kamu harus sama2 China. Orang Tiongkok lebih percaya kepada pelacur daripada pejabat atau politisi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cinta tanahair bagian dari iman. tapi produknya juga harus berkualitas biar disukai warganya.

      Delete
  2. Barang Made in China yang dipasarkan di Tiongkok qualitasnya rongsokan, sedangkan yang diexport ke Eropa boleh dibilang lumayan. Jadi, kalau wong cino kecelakaan karena pakai made in china, yo wis, asal jangan wong bule sing mathek.

    ReplyDelete
  3. Wuih... kereng tenan komentare sampean. yen diwoco wong tiongkok iso cilaka! suwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ora soal Mas, mergone kulo niki wong cino hoakiao. Pulang kenegeri leluhur sejak tahun 2000, dan sekarang menjabat pegawai negeri di RRT.

      Delete
    2. Mas Dahlan Iskan mengagumi RRT, saya sebagai orang Tionghoa-Indonesia merasa senang juga.
      Memang RRT sekarang tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia. RRT maju pesat, sedangkan Ibu Pertiwi mundur. Inilah cilakaknya dengan Indonesia. Contoh : Tahun 1955 saya naik Spoor Express dari Banyuwangi ke Surabaya, butuh waktu 5 jam. Tahun 2010 saya naik Kereta Api dari Banyuwangi ke Surabaya, butuh waktu 8 jam.
      Kalau di Tiongkok kereta-api yang saya tumpangi, kecepatannya rata2 187 Km/jam. Tempat duduknya lebih nyaman daripada pesawat terbang. Sayang yo Mas, Ibu Pertiwi kakehan wong macem Angie, Nazar, dll. ndelog tampange weteng dadi neg. Quo vadis Indonesia ?

      Delete
  4. hehehe,,,ikut ngeramein aja deh... :D

    ReplyDelete
  5. Nona Yen si Zhonggou ren itu tidak 100% salah, banyak produk dari Cungkuo yg murah dan bagus.

    Jeleknya mutu dari produk Cungkuo seperti HP dan mocin yg ada di Indonesia di masa lalu itu tak terlepas dari ulah para importir di Indonesia yang mayoritas adalah para Yinni huaren, para importir yang tidak peduli mutu itu selalu menuntut harga yg lebih murah dan lebih murah lagi, akibat dari dipaksa murah maka pabrik membikin barang jelek dari pada tidak dapat pesanan.

    Hari ini mocin dan HP jelek sudah mati, sebagai gantinya mucul HP bagus bagus dari Cungkuo, sekarang tidak perlu merasa malu memakainya, iPhone pun dibikin di Zhonggou.

    Zhongguo ren memang aiguo, sedangkan Yinni Huaren itu sekedar ai zhongguo bukan aiguo, kecintaan mereka ke Zhongguo itu ibarat orang ngefan ke suatu tim sepak bola semisal FCBarcelona.

    Ma'af kalau saya salah, silahkan menyanggah bila tidak berkenan, hehehe.

    ReplyDelete