10 August 2012

Tujuh belasan gak rame



Tujuh belasan tahun 2012 ini kayaknya kurang ramai ketimbang tahun-tahun lalu. Saya perhatikan di Surabaya dan Sidoarjo hampir tidak acara yang meriah. Umbul-umbul merah putih juga belum ada di tempat tinggal saya meskipun tanggal 17 Agustus sudah mepet.

Rapat-rapat panitia tujuh belasan juga nggak ada. Bahkan lomba-lomba di kampung khas tujuh belasan tahun ini ditiadakan. Soalnya warga ramai-ramai mudik, berlebaran di kampung halaman masing-masing.

Cukup renungan di rumah masing-masing sambil nonton televisi. Pasti ada dangdut koplo, kata teman yang biasanya ngurus tujuh belasan.

Mungkin ketidakmeriahan hari kemerdekaan kali ini karena umat Islam sedang puasa, dilanjutkan mudik, kemudian Idulfitri. Ibadah agama jauh lebih penting ketimbang hura-hura bikin lomba. Juga hanya habis-habisin uang.

Tapi bukankah dulu juga pernah bersamaan dengan bulan Ramadan? Kok dulu ramai sekarang tidak? Entahlah. Yang jelas, makin lama seremoni nasionalisme dan patriotisme sudah semakin menipis.

Kalaupun kita bikin acara belum tentu warga mau keluar rumah untuk berpartisipasi atau sekadar nonton. Sebab, orang kota memang sibuk dengan masalahnya sendiri-sendiri. Solidaritas kebangsaan, kebersamaan, makin berkurang.

Tadi pagi saya lihat televisi masih membahas isi ceramah Rhoma Irama yang dinilai rasis dan antidemokrasi. Rhoma meminta orang Jakarta tidak memilih pasangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur karena Ahok itu China dan Kristen. Hari gini sentimen agama dan ras masih juga disuarakan seorang pemusik sekaliber Rhoma Irama. Ter.. la.. lu!!.

Coba kalau si Rhoma itu tim sukses Jokowi-Ahok. Pasti pernyataan serta dalil kitab suci yang dikutip akan lain lagi sesuai kepentingan si jurkam.

Begitulah. Indonesia sudah berusia 66 tahun tapi proyek kebangsaan ini masih jauh dari selesai. Kita masih dihantui kanker korupsi yang justru dilakukan dengan masif oleh aparat hukum seperti kepolisian.

Syukurlah, Surabaya Symphony Ochestra yang mayoritas pemusiknya Tionghoa masih mau menggelar konser kemerdekaan!

4 comments:

  1. kalau di tempat saya tinggal, tujuh belasan dilaksanakan sebelum hari H puasa bang, jadi lumayan rame-rame walaupun tidak pada tanggal 17 agustus-nya. tahun kemarin juga sama bang..

    ReplyDelete
  2. yg penting semangat merdeka, lomba-lomba gak penting

    ReplyDelete
  3. Bung Lambertus Hurek Yth.,

    Kapan ada lagi liputan pagelaran Surabaya Symphony Orchestra?

    ReplyDelete
  4. Iya Pak Efendi, sebetulnya mau liput tapi konsernya selalu hari SELASA, sehingga saya sulit libur. Itu membuat saya belakangan nggak bisa menonton. Biasanya ada teman saya yang ikut jumpa pers dan menulis konser SSO.

    Terima kasih atas perhatian sampean.

    ReplyDelete