26 August 2012

Konjen Tiongkok belajar bahasa Indonesia



Sebagai diplomat kawakan, Wang Huagen selalu berusaha mendalami dan mencintai budaya setempat. Tak heran, konjen Tiongkok ini selalu memakai baju batik dalam berbagai acara di Surabaya.

Sangat jarang Mr Wang memakai setelan jas kecuali di acara-acara khusus seperti perayaan hari nasional Tiongkok atau menghadiri konser musik klasik. "Saya memang suka batik Indonesia. Lebih nyaman dipakai," kata Wang Huagen kepada saya.

Bukan itu saja. Mr Wang juga berusaha keras belajar bahasa Indonesia meski tidak mudah bagi lidah orang Tiongkok. Suatu ketika dia mencoba membacakan pidato dalam bahasa Indonesia. "Guru saya dia," kata Mr Wang seraya menunjuk Wang Dandan, yang selama ini menjadi penerjemah resminya.

Mr Wang tak bisa english? Oh tidak! Dia sangat fasih berbahasa Inggris. Namun, Pak Konjen tak serta-merta beringgris ria seperti para ekspatriat umumnya. Atau pejabat kita yang sok nginggris.

Mr Wang praktik bahasa Indonesia ketika menyampaikan ucapan selamat beribadah puasa dan selamat Idulfitri kepada umat Islam di tanah air. Produser dan presenter televisi sebetulnya meminta Mr Wang bisa berbicara dalam bahasa Mandarin atau Inggris kalau kesulitan mengucapkan kata-kata Indonesia.

Tak dinyana pria yang sudah empat tahun bertugas di Surabaya ini ternyata memilih bahasa Indonesia. "Saya salut sama Pak Konjen yang punya kemauan keras untuk belajar bahasa Indonesia. Kita harus bangga karena orang asing mau belajar bahasa kita," kata Andre Su, pembawa acara China Town di SBO TV.

Andre yang juga guru bahasa Mandarin mengatakan tidak mudah bagi orang Tiongkok untuk melafalkan kata-kata bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Sama sulitnya dengan orang Indonesia melafalkan kata-kata Mandarin yang sangat menekankan nada atau aksen.

"Makanya, kita perlu mengapresiasi upaya Pak Konjen untuk lebih mengenal bahasa dan budaya kita," katanya.

Terima kasih Pak Konjen! Xiexie Wang xiangsheng!

No comments:

Post a Comment