08 August 2012

Buka puasa nan enak di Flores

Masjid di Lewotolok, Lembata, NTT



Saya selalu perhatikan Bu Yati berbuka puasa di Surabaya. Menunya sederhana, sama dengan hari biasa. Tak ada takjil tambahan yang manis atau menu-menu khusus seperti ditayangkan televisi.

"Saya buka dengan minum air putih saja. Gak repot-repot," katanya. Bu Yati ini jelas bukan orang miskin karena rumahnya besar di lokasi strategis.

Tak ada kolak, gak ada es degan, cao alias es kolangkaling atau kurma. Puasa ala bu hajah ini benar-benar hemat. Bisa menekan pengeluaran selama sebulan karena sahurnya pun sederhana.

Melihat menu buka puasa macam itu, ingatan saya langsung terbang ke Lembata, pelosok NTT. Mama Siti, adik kandung mama saya, serta orang Islam di kampung halaman di Ileape berpuasa. Meskipun orang Islam sedikit, bulan Ramadan sangat meriah. Dan ikut dinikmati anak-anak kampung yang beragama Katolik.

Selama sebulan penuh anak-anak menanti buka puasa karena menunya jauh lebih enak dan lezat ketimbang hari biasa. Sudah pasti ada es kelapa muda, kolak kacang hijau, kolak singkong, kolak umbi-umbian dan sebagainya.

Kolak itu makanan wajib buka puasa. Sulit membayangkan orang Islam di Lembata tanpa kolak atau kelapa muda. Karena bahan-bahannya tersedia, ditanam sendiri, tak perlu membeli selain gula pasir.

Menu buka puasa pun selalu berlebih, sengaja diperbanyak agar bisa dinikmati ATA KIWAN alias nonmuslim yang tidak berpuasa. ATA WATAN alias orang Islam dan ATA KIWAN di kampung memang punya ikatan kekerabatan yang sangat kuat. Sama-sama orang Lamaholot yang diikat kultur dan adat yang sangat kuat.

Akhir Ramadan saudara-saudari muslim alias ATA WATAN dari seluruh kecamatan berkumpul di salah satu desa yang ada masjid besar. Gantian tiap tahun untuk berlebaran bersama, salat Id bareng di lapangan terbuka. Orang-orang muslim itu menginap di rumah-rumah penduduk setempat yang hampir semuanya ATA KIWAN alias Katolik. Panitia Lebaran juga kepala desa dan pengurus desa setempat yang hampir pasti kiwanen alias nonmuslim.

Luar biasa memang kekerabatan di pelosok Flores Timur.

1 comment:

  1. Perkenalkan nama saya hakim dari jawa barat,saya pernah ke flores mulai darilabuan bajo,ruteng ende maumere larantuka,adonara lebatukan dekat balauring sekitar bulanseptemer- july dalam rangka pemasangan alat telekomunikasi,awalnya saya tidak
    menyangka bahwa di flores ada komunitas muslim warga lokal saya sangat terharu dibumi flores ada saudaraku sesama muslim,sampai sekarang saya masih menjalin hubungan baik dengan warga desa dikesare kec lebatukan kab lembata,mohon do'anya dari saudaraku di ileape saya sedang mencari dana untuk membantu pembangunan masjid di desa dikesare.contac saya 081280492394 email:lukmanul@intextelindo.co.id lukman_74hk@yahoo.com

    ReplyDelete