03 August 2012

Buka puasa di Kelenteng Cokro



Buka puasa di lingkungan masjid itu biasa. Tapi di kompleks kelenteng? Ini yang unik dan menarik. Ratusan warga muslim mulai anak-anak hingga lansia berkumpul di halaman TITD Hong San Ko Tee Surabaya untuk menunggu saatnya membatalkan puasa.

Sekitar pukul lima petang halaman kelenteng di Jalan Cokroaminoto 12 Surabaya itu dipadati warga dari kawasan Pandegiling dan sekitarnya. Sementara pengurus dan jemaat Kelenteng Cokro sibuk mempersiapkan takjil dan nasi bungkus. Seorang polisi dan beberapa umat juga tak kalah sibuk mengarahkan warga agar antre dengan tertib.

Setelah azan magrib terdengar, takjil pun dibagikan.

"Alhamdulillah, puasa saya hari ini berjalan lancar dan sekarang bisa berbuka di sini," kata Syaiful, warga Pandegiling, yang baru pertama kali berbuka puasa di kompleks kelenteng di tengah kota itu.

Usai menikmati takjil berupa es buah, pengunjung antre mendapatkan nasi bungkus. Menunya lumayan: nasi, telur, ayam, daging. Sebagian warga langsung kembali untuk berbuka di rumah, sebagian langsung berbuka di halaman kelenteng. "Saya salut dengan inisiatif pengurus kelenteng untuk mengadakan buka puasa bersama. Ini menunjukkan toleransi yang bagus di kalangan umat beragama," kata Bambang, warga Pandegiling.

Tak hanya warga muslim yang sumringah, Swie Lioe terlihat gembira di atas kursi roda. Pengurus TITD Hong San Ko Tee ini mengatakan, pihaknya menggelar bakti sosial buka puasa bersama setiap Jumat selama bulan Ramadan. Panitia menyediakan sekitar 500 paket takjil dan makanan untuk dinikmati warga Cokroaminoto dan sekitarnya.

"Kami yang menyediakan kupon, pihak RT yang menentukan warganya yang berhak ikut buka puasa bersama. Tentu saja prioritasnya untuk warga kurang mampu," kata Swie Lioe.

Baksos selama bulan Ramadan ini sudah digelar Kelenteng Cokro dalam beberapa tahun terakhir. Baksos lintas agama ini sengaja dilakukan agar jemaat kelenteng dan warga bisa saling mengenal dan menjaga tali silaturahim. "Kita ingin menunjukkan bahwa orang-orang kelenteng itu tidak eksklusif, tapi terbuka bagi masyarakat luas," kata Swie Lioe.

Tak hanya buka bersama, beberapa hari sebelum memasuki bulan puasa, Swie Lioe bersama pengurus Kelenteng Cokro lainnya juga mengadakan baksos pembagian 500 paket bahan pokok berupa beras dan mi instan. Kebiasaan yang baik ini akan terus dilestarikan di masa mendatang.  

No comments:

Post a Comment