17 August 2012

Bank Century, Bank Senturi, Bank Mutiara

Skandal dana talangan untuk Bank Century ramai lagi di media. Televisi-televisi mengulang-ulang pernyataan mantan ketua KPK Antazari Azhar, minta pendapat anggota parlemen, pengamat dan sebagainya.

Sejak dulu saya geli mendengar pembaca berita di televisi melafalkan BANK CENTURY dengan BANK SENTURI. Lafal itu bahkan sudah seperti lafal standar semua orang Indonesia ketika menyebut bank bobrok yang sudah ganti nama itu.

CENTURY jelas bahasa Inggris yang belum diserap sehingga harus dibaca sesuai lafal aslinya: SENCERIE.

Kita memang bukan english speaking nation tapi sejak 1975 kita punya kamus Inggris-Indonesia karya John Echols dan Hasan Shadily. Kamus yang paling banyak dibajak di Indonesia ini punya petunjuk fonologi atawa cara membunyikan kata Inggris yang kira-kira sesuai penutur asli. Tapi mengapa penyiar Metro TV yang bahasa Inggrisnya istimewa pun melafalkan Bank SENTURI?

Masalahnya, dari segi tata bahasa, nama bank ini memang bermasalah. Sudah benar dia pakai hukum DM tapi lupa bahwa kata CENTURY yang berarti abad tidak pernah diserap. Akan lebih afdal kalau yang dipakai CENTURY BANK sehingga dibaca menggunakan logat english. Bisa juga pakai BANK SENTURI kalau memang konsisten mengindonesiakan nama bank itu.

Lantas, mengapa orang Indonesia selalu menyebut Bank SENTURI? Bukan Bank CENTURI (pakai C: cacing), atau Bank SENCERI? Ini masalah kebiasaan saja. Juga kecenderungan orang Indonesia yang keminggris alias sok english tapi setengah-setengah. Suka mencampur kalimatnya dengan kata-kata english hanya untuk gaya-gayaan saja.

Syukurlah, Bank Century sudah berganti nama menjadi BANK MUTIARA. Nama yang sangat indah dan sangat Indonesia. Dan tidak akan menimbulkan masalah fonologi atau pembacaan seperti CENTURY yang dibaca salah kaprah: SENTURI.

1 comment:

  1. hahaha,,betul jg yaa,,mending ganti nama biar gak salah2 lg :D

    ReplyDelete