18 July 2012

Mahasiswa Surabaya di Tianjin



Sejak Dahlan Iskan, mantan chairman Jawa Pos yang sekarang menteriBUMN, berhasil menjalani operasi ganti hati di Tianjin, kota di dekat Beijing ini kian terkenal. Banyak wisatawan Indonesia yang melancong atau berobat ke Tianjin. Bahkan kini pun sudah ada mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Tianjin.

Pekan lalu dua mahasiswa asal Surabaya diwisuda di Tianjin University of Science and Technology (TUST). Mereka adalah Setiawan dan Abednego. "Hasil kuliah mereka selama dua tahun di Tianjin tidak mengecewakan meskipun awalnya mereka butuh proses untuk adaptasi," kata Su Rongxiang, direktur Surabaya International Institute of Business and Technology (SIIBT).

Menurut Su, Setiawan dan Abednego merupakan mahasiswa SIIBT yang melanjutkan kuliah di TUST setelah kuliah selama dua tahun di Surabaya. Program yang populer dengan 2+2 ini membuat mahasiswa kita lebih mudah beradaptasi dengan kondisi perkuliahan di China yang sangat berbeda dengan di Indonesia. "Selama dua tahun di SIIBT kami perdalam bahasa Mandarin dan wawasan tentang budaya dan pendidikan di Tiongkok," kata Su.

Setelah lulus dari TUST, menurut pria berkacamata ini, para alumni Indonesia diyakini punya kemampuan yang lebih dalam bidang bisnis, manajemen, dan teknologi. Mereka juga dengan sendirinya punya jaringan bisnis dengan pengusaha China. "Sekarang ini kan Tiongkok sedang gencar-gencarnya investasi di Indonesia. Nah, para alumni kita ini bisa menjadi penghubung yang baik karena dia paham kondisi dua negara dengan baik," katanya.

Kalaupun tidak terjun di dunia bisnis, menurut Su, sarjana lulusan Tianjin bisa menjadi gur atau dosen bahasa Mandarin di Indonesia. Su mencontohkan dirinya yang sarjana teknik tapi justru terjun di dunia pendidikan sebagai guru bahasa Mandarin. Su juga merintis kerja sama dengan Tiongkok di bidang pendidikan dan kebudayaan. "Jadi, kuliah di Tiongkok itu saya jamin punya prospek yang cerah. Mereka tidak akan sulit cari pekerjaan atau membuka bisnis sendiri," katanya.

8 comments:

  1. Anak-anak muda Tionghoa masa kini mencoba menemukan kembali identitas etnisnya yang hilang di era orang-tuanya yang besar di tengah larangan2 Orde Baru. Mudah-mudahan identitas Tionghoa yang didapat dari belajar di Tiongkok nantinya memperKAYA khasanah budaya Nusantara, bukannya membuat jarak antara Tionghoa dengan sukubangsa lokal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya yg ke China kuliah saat ini 50% suku tionghoa-Indonesia dan 50% Pribumi, jadi yg dilirik study di China adalah peluang akan datang dan trend saat ini, warga tionghoa tidak lgy ada rasa nasional nya kepada China, tapi justru nasionalis indonesia kita terlihat saat jadi pelajar di China ato di negara manapun.

      Delete
  2. hebat!!!!! semoga kita makin bersatu, bhineka tunggal ika!!!

    ReplyDelete
  3. Budaya China Asli adalah budaya yang murni berdasarkan Daoisme dan Konfuzianisme. Saya menyangsikan, bahwa budaya asli tersebut masih didapatkan di Tiongkok jaman sekarang ini, terutama di-kota2 besar tempat mahasiswa menuntut ilmu. Jika mereka pulang kembali dari Tiongkok, saya kuatir otaknya menjadi rusak, terpengaruh philosofi Kapitalisme yang menghalalkan segala cara, asal mendapatkan keuntungan materiell sebanyak mungkin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaaa......menurut anda ajaran tao dan konfusius itu ?
      kalo anda tau berarti anda tidak akan omong begitu, darimana ngerti ttg tao dan konfusius?
      saya aja yg beragama itu ga ngerti...!
      luarbiasa...mengapa di indonesia suka bentrok agama,suku karna banyak org yg pintar kayak anda.

      Delete
  4. Sdr Anonymous, ajaran Tao dan ajaran Konghucu adalah sebagian saja dari budaya Cina. Saya baru berkunjung ke daratan Cina, dan orang2 baik masih banyak. Gak usah terlalu kuatir lah. Kalau dari kecil pendidikan budi pekertinya bagus, ke mana2 tetap teguh.

    ReplyDelete
  5. kita lihat positifnya saja pekembangan yg luar biasa ini. dulu gak ada org indonesia yang kuliah di china kecuali satu dua orang secara sembunyi2. sekarang china jadi negara maju sehingga jadi kiblat semua bangsa di dunia. hebat, negara sosialis bisa mmbangun dgn sangat cepat!!! indonesia pun seharusnya bisa kalau pemimpinnya bagus dan tidak korupsi.

    salam perdamaian!

    ReplyDelete
  6. Ya banyak belajar dari Tiongkok yang maju pesat

    ReplyDelete