08 July 2012

Paduan suara yang tidak menari

The Philippine Madrigal Singers



Sayang, The Philippine Madrigal Singers alias The Madz tidak konser di Surabaya. Kor terkenal ini hanya tampil di Jakarta dan Bandung. Saya hanya bisa baca ulasannya di Kompas 8 Juni 2012.

Dua tahun lalu saya berkesempatan menyaksikan konser Madz di Surabaya. Dan itu membuat saya sangat terkesan akan kualitas kor, harmoni, teknik vokal dsb. Madz benar-benar gila! Belum ada tandingannya di tanah air.

Saya sudah lama tidak berminat menyaksikan choir Indonesia, khususnya paduan suara mahasiswa alias PSM, karena terlalu sibuk menari. Seakan-akan kor yang bagus harus pakai tarian, koreografi macam-macam. Anggota kor dibebani seni gerak sehingga sering kedodoran dalam olah vokal.

Memang tidak salah karena sekarang memang zaman audiovisual. Paduan suara pun dikemas layaknya goyang dangdut yang berlebihan. Jadi norak karena anggota kor pada dasarnya bukan penari. Banyak yang badannya gendut sehingga tidak elok dilihat kalau menari.

Nah, The Madz dari Filipina ini benar-benar memberi pelajaran kepada para pelatih dan anggota kor di Indonesia bahwa paduan suara itu sejatinya seni suara. Bukan tarian yang sering mengganggu teknik vokal.

Madz bukan saja tidak menari, bahkan menyanyi dengan posisi duduk setengah melingkar. Tidak pakai dirigen. Hanya aba-aba halus dari Mark Anthony selaku choir master. Tapi paduan suara yang dihasilkan... wow sangat luar biasa. Saya seakan tidak percaya ketika menikmati kor ini di aula GKI Pregolan Surabaya tahun 2010.

Oh ya, hebatnya lagi Madz tampil sepenuhnya secara acapella alias tidak pakai iringan piano atau alat musik lain. Mereka percaya bahwa vokal manusia merupakan instrumen musik luar biasa yang dikaruniakan Tuhan untuk manusia. Dan The Madz berhasil membuktikan diri sebagai salah satu paduan suara terbaik di dunia.

Sebaliknya, kita yang berbudaya goyang dangdut tetap asyik dengan paduan suara bergoyang sampai keringat. Yah... ini semua soal selera!

No comments:

Post a Comment