04 July 2012

Bisa tidur setelah Piala Eropa





Selama tiga minggu lebih irama tidur kita, yang doyan bola, terganggu gara-gara Euro 2012. Fase grup dimulai jam 23 disusul 1.45, kemudian fase KO dimulai jam 1.45. Ini semua gara-gara beda waktu lima jam antara Polandia-Ukraina dengan Indonesia.

Rhoma Irama sejak 70an sudah mengingatkan bahaya terlalu banyak begadang; Muka pucat, darah berkurang, segala penyakit akan mudah datang. "Darilah itu sayangi badan, jangan begadang setiap malam," pesan si raja dangdut.

Dilematis memang urusan bola ini. Laga-laga Euro terlalu menarik untuk ditonton secara langsung. Kita tak bisa jadi saksi sejarah bola dunia, tidak punya bahan cerita, jika tidak menyakikan bola di tv secara langsung. Tidak cukup hanya menonton cuplikan gol-gol yang cuma sekilas.


Maka, apa boleh buat, kejuaraan bola macam Euro atau Piala Dunia tetap kita lihat meskipun harus melanggar pesan Rhoma Irama. Saya sendiri terkena flu berat gara-gara melekan terus. Loyo dan tidak enak badan. Untung masih bisa kerja, tidak sampai bolos.

Yah... bola sudah jadi semacam candu bagi orang Indonesia. Dengan bola kita sejenak bisa melupakan gonjang-ganjing politik dan berbagai masalah di dalam negeri. Bicara bola, analisis bola, meski cenderung asal bunyi kayak pengamat di televisi, tetap asyik dinikmati ketimbang membahas ulah politisi di parlemen.

Syukurlah, Piala Eropa sudah selesai dengan final yang sangat buruk karena Italia ibarat tim yang baru belajar main bola. Kita kecewa tapi tidak bisa apa-apa karena sudah telanjur menonton. Telanjur rame-rame nonton bareng.

Dua tahun mendatang Piala Dunia digelar di Brasil. Mungkin lebih asyik karena kita bisa menyaksikan pertandingan pagi hari. Tidak perlu melekan dari jam dua sampai subuh. Tapi biasanya negara-negara bola di Eropa memaksakan sedemikian rupa agar siaran bola disesuaikan dengan jam utama mereka.

Kita tunggu saja. Tapi beda waktu Amerika dengan Indonesia biasanya jauh lebih menguntungkan kita di Indonesia. Apa boleh buat, kita dari dulu hanya bisa jadi penonton dan komentator abadi.

No comments:

Post a Comment