21 June 2012

Yonathan Purnomo pencipta shuanguan qixia



Suhu Yonathan Purnomo terus menyebarluaskan shuangguan qixia atau senam otak ala Tiongkok ke berbagai daerah. Belum lama ini dia menggelar pelatihan di kawasan Bangkalan, Madura.

"Antusiasme masyarakat di sana luar biasa. Mulai santri, alim ulama, guru ngaji datang dari lima kecamatan," kata Yonathan Purnomo kemarin.

Menurut dia, senam otak shuangguan qixia dirancang sedemikian rupa untuk mengaktifkan otak kiri dan otak kanan secara seimbang. Sepasang otak ini dilatih untuk mengembalikan kinerja otak yang telah menurun akibat usia atau gangguan kesehatan.

"Shuangguan qixia ini saya ciptakan untuk dipelajari anak-anak hingga lanjut usia," katanya.

Senam yang dikembangkan sejak tujuh tahun silam ini sejatinya terdiri dari gerakan-gerakan sederhana. Seperti memainkan jari kedua tangan layaknya anak-anak. Namun, jika dilakukan secara benar dan kontinu, Yonathan optimstis dapat memperbaiki kualitas otak seseorang.

Nah, di Bangkalan dia memperkenalkan beberapa gerakan dasar shuangguan qixia. Yonathan sendiri mampu mengerjakan perkalian hingga 13 digit tanpa bantuan apa pun.

Jika kinerja otak sudah diperbaiki, menurut dia, belajar apa pun menjadi sangat mudah. "Bahkan, ketika saya belajar bahasa Mandarin di Guangzhou, saya mampu menguasainya dalam tiga bulan," kata penulis beberapa buku senam otak ala Tiongkok kuno itu.

Kepada ratusan peserta seminar di Gedung LDII Bangkalan, Yonathan mengatakan, otak manusia itu ibarat komputer yang bisa ditingkatkan kemampuannya. Shifu ini kemudian mendemonstrasikan ilmu fisika dan matematika berkat shuang guan. Para peserta pun memberikan tepuk tangan meriah.

Selain senam otak, Yonathan tak lupa membagikan wawasan tentang wirausaha untuk masyarakat kecil. Saat ini dia membuka jaringan minimarket dengan segmen usaha kecil dan menengah.

No comments:

Post a Comment