07 May 2012

Waisak di Sidoarjo - ingat meditasi



Seperti biasa, saya diundang Pak Nugroho, rohaniwan buddhis untuk meliput perayaan Waisak di Vihara Dharma Bakti Sidoarjo. Vihara kecil yang nunut di rumah dedengkot barongsai itu. Meliput sekaligus ramah-tamah bersama aneka komunitas kesenian serta tokoh lintas agama dan etnis.

Pukul 10.34 detik-detik Waisak dimulai. Acara meditasi bersama. Anak-anak TK hingga lansia duduk bersila, relaks, pejamkan mata, lalu tenggelam dalam semadi.

"Kita meditasi 10 menit," kata Pak Nugroho. Suasana pun hening. Umat Buddha memperingati trisuci dengan cara yang unik. Tidak ramai-ramai tapi tenggelam dalam sepi.

Saya perhatikan beberapa bocah TK di samping saya. Oh, anak itu ternyata sudah pandai meditasi. Tidak bikin acara sendiri layaknya bocah-bocah seusianya yang sering kali sulit diatur.

Saya kira inilah salah satu kekhasan umat Buddha: sudah berlatih meditasi sejak balita. Latihan rohani yang kelihatan sederhana tapi sebetulnya tidak gampang mengosongkan pikiran, fokus pada ketenangan di zaman yang gegap gempita seperti sekarang.

Malu ah sama beberapa bocah Tionghoa mungil itu. Saya yang setua ini agak sulit melakukan meditasi secara rutin. Saya sempat mencoba meditasi tapi pikiran saya melayang ke mana-mana.

Saya jadi teringat latihan meditasi mahasiswa Katolik di pertapaan (biara) Ngadireso, Tumpang, Malang tahun 1990-an. Suster-suster karmelit mengajari kami, para mahasiswa, untuk melakukan meditasi. Duduk yang nyaman, relaks, atur napas, fokus ke satu titik.. pejam mata dan hening.

Tekniknya saya rasa mirip meditasi yang dilakukan umat Buddha saat Waisak di Sidoarjo, Minggu (6/5/2012). Atau di Candi Brahu Mojokerto tahun lalu. Sayang, latihan meditasi yang berharga itu tidak pernah saya lakukan sepulang dari retret di Ngadireso. Saya kembali ke rutinitas biasa.

Menyaksikan saudara-saudara kita umat Buddha melakukan meditasi, saya kembali diingatkan akan silentium. Saat teduh. Berdiam diri, tak banyak cakap, untuk mendengarkan suara HATI.

SELAMAT WAISAK
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA

No comments:

Post a Comment