06 May 2012

JANDA dan SINGLE PARENT

Saya pernah tinggal cukup lama di samping Pengadilan Agama Surabaya, kawasan Ketintang. Setiap hari kerja puluhan orang antre mengurus kasus perceraian, isbat, waris, dan sebagainya.

"Lihat itu, banyak sekali calon janda," kata Cak Harto menunjuk belasan wanita 30-an tahun yang nongkrong di warkop. Saat itu gedung PA Surabaya belum sebagus dan sebesar sekarang. Maka, banyak orang antre sambil ngopi di warung-warung sekitar.

Saking banyaknya perceraian yang diputus di PA, teman-teman sering menjuluki PA sebagai pabrik janda. Kok bukan pabrik duda ya? Dan makin lama jumlah janda di tanah air makin banyak karena ikatan pernikahan makin longgar. Komitmen untuk setia sampai mati kian sulit ditepati karena banyak alasan.

JANDA sudah merupakan kata atau istilah yang lazim. Bahasa Jawanya RONDO. Ada RONDO TELES yang kaya-raya, RANDA KEMBANG yang cantik menggoda, ada juga RONDO GARING yang tak puna harta kekayaan.

Tapi akhir-akhir ini kalangan perempuan karier dan aktivis perempuan mulai menolak kata janda. Terlalu vulgar alias kasar. "Sebaiknya pakai istilah SINGLE PARENT saja ya," kata seorang aktivis kepada wartawan.

Apa beda janda dan single parent? Tak ada. Cuma rasa bahasa serta nuansanya yang lain. Single parent lebih disukai janda dari kalangan wanita karier yang terdidik di perkotaan. Sementara wanita di desa yang kehilangan suami (bercerai atau meninggal) biasa-biasa saja.

"Single parent itu lebih tepat karena dia menjadi orangtua tunggal. Istilah janda itu kedengaran gak enak blas," kata seorang aktivis 30-an tahun yang single parent.

Masukan beberapa aktivis ini rasanya bisa diterima mengingat bahasa itu tidak bisa lepas dari rasa dan kesan. Dalam bahasa Inggris pun orang tidak menggunakan kata WIDOW tapi memilih SINGLE PARENT, SINGLE MOM, SINGLE DAD.

Kasus ini mirip dengan sebagian orang Tionghoa di Indonesia, khususnya Jatim, yang tidak suka disebut CINA atau CINO melainkan TIONGHOA atau CHINESE. Atau orang Indonesia di Malaysia yang merasa terhina jika disebut INDON.

Nah!

6 comments:

  1. YAAA, NAMANYA LYFE STYLE YANG HARUS MENYEIMBANGKAN

    ReplyDelete
  2. Lain nuansanya. Single parent itu kalau punya anak, dan bila ia yang jadi tulang punggung membesarkan anak itu sendirian atau mayoritas dari waktu. Sedangkan janda atau duda ya artinya orang yang pernah kawin tapi cerai.

    ReplyDelete
  3. Just wanted to comment on the point where you mentioned that in english the word "widow" is not used that much.

    The word "Widow" is for a woman whose spouse has passed away. Where as a single mum is for a divorcee / Single karena cerai.

    Makanya Widow and Widower jarang dipakai because nowadays people are more likely to be single parent due to divorce then passed away.

    ReplyDelete
  4. janda itu nasib..
    jadi pilihlah yang terbaik :D

    ReplyDelete
  5. Angka perceraian di mana2 memang sangat tinggi karena tantangan hidup berumah tangga sangat berat. Mulai dari ekonomi, karakter, hingga tanggungan anak dsb.

    ReplyDelete
  6. Ada berita kalo sehari ada 11 gugatan cerai yang masuk ke PA Surabaya.
    http://m.news.viva.co.id/news/read/748304-sehari-ada-11-wanita-di-surabaya-gugat-cerai-suaminya

    ReplyDelete