06 May 2012

CHRIS JOHN TIDAK MENARIK


Chris John menang lagi. Kalau tidak salah mempertahankan gelar juara dunia 16 kali. Tapi saya sudah lama kehilangan minat menonton pertandingan Chris John di televisi.

Saat siaran langsung di RCTI tadi (5 Mei 2012) saya asyik treadmill. Hanya dua tiga teman yang menonton tv. Boring! kata anak-anak sekarang.

Mengapa pertarungan CHRIS JOHN tak pernah menarik, menurut saya? Karena tidak pernah menang KO. Selalu main sampai 12 ronde penuh. Tak ada pukulan si juara dunia dari Indonesia ini yang benar-benar mematikan. Bosan!

Bagi saya, tinju profesional itu harus ada KO atau TKO. Sesekali menang angka bolehlah, tapi KO-nya harus lebih banyak. Kalau tidak pernah menang KO, maka seorang juara dunia tinju sekalipun akan kehilangan pesona. Jangankan membeli karcis untuk nonton langsung, lihat pertandingan di tv saja orang sudah malas.

Dulu saya tergila-gila menonton tinju karena petinju-petinju hebat dikenal sebagai raja-raja KO. Sebut saja Elyas Pical, Galaxy, Mike Tyson, Muhammad Ali, Holmes, Chaves, La Hoya, Ilham Lahia, Adrianus Taroreh.

Di Jawa Timur juga ada banyak petinju-petinju brutal macam Suwarno, Nurhuda, Hengky Gun, Monod, Little Holmes, hingga M Rahman. Orang rame-rame nonton tinju karena peluang KO sangat besar. Tapi Chris John? Hehehe... Ibarat sayur tanpa garam alias hambar.

Saya sering bilang bahwa tinju itu olahraga keras untuk memfasilitasi naluri berkelahi atau fighting laki-laki. Karena itu, harus ada jual beli pukulan, saling tonjok, dan salah satunya ambruk alias KO. Apa jadinya kalau semua pertandingan tinju tak ada KO?

Karena Chris John tidak pernah meng-KO-kan lawan, saya berharap dalam waktu dekat ada petinju yang bisa meng-KO-kan Chris John. Dengan begitu, kejuaraan dunia tinju akan lebih menarik.

Saya sendiri tidak pernah fanatik mendukung petinju mana pun. Petinju yang main bagus, punya killing punch, bisa meng-KO lawan akan saya dukung entah dia dari Indonesia, Jepang, USA, Thailand, Inggris, Australia.

No comments:

Post a Comment