13 May 2012

Barongsai HUT Surabaya, Jakarta Juara Umum



Sebanyak 20 peserta mengikuti kejuaraan barongsai tonggak Piala Wali Kota di atrium ITC Surabaya, 5-6 Mei 2012. Kejuaraan tahunan ini untuk memeriahkan Hari Jadi ke-719 Kota Surabaya.

Selain tuan rumah Surabaya, peserta berasal dari Pamekasan, Malang, Tuban, Jakarta, Makassar, Tarakan, dan Kudus. "Tahun ini kami menggunakan sistem kompetisi penuh. Masing-masing tim harus bermain dua kali. Nantinya nilai yang diperoleh dijumlahkan kemudian dibagi dua," kata Anies Rungkat, ketua panitia, kemarin.

Selama kompetisi penuh ini, menurut Anies, dirasa lebih menjamin fairness dan objektivitas penilaian mengingat barongsai adalah olahraga yang tidak terukur. Tim-tim yang tampil kurang optimal pada hari pertama bisa memperbaiki penampilan pada hari kedua. Selain itu, penonton bisa lebih puas menyaksikan atraksi pemain-pemain barongsai di atas tonggak.

"Barongsai tonggak itu memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang barongsai lantai. Apalagi tim-tim yang tampil kali ini sudah punya reputasi baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Anies Rungkat.

Tahun lalu, kejuaraan barongsai tonggak Piala Wali Kota dimenangi tim Jakarta dan Tarakan. Dengan full competition, Anies berharap pemenang pertama bisa diraih satu peserta.

"Katakanlah nilai dua peserta sama tinggi pada hari pertama. Maka, di hari kedua pasti nilai yang diperoleh tidak akan sama. Kita menggunakan sistem yang ditetapkan Internation Lion Dance di Beijing," tambah Chandra Wurianto, ketua Persatuan Seni dan Olahraga Barongsai Indonesia (Persobarin) Jatim.

Untuk lebih menarik perhatian masyarakat, menurut Chandra, kejuaraan barongsai tonggak ini tidak lagi digelar di SIBEC ITC, tapi di atrium. Dengan demikian, warga lebih mudah menjangkau lokasi pertandingan. "Kejuaraan ini bisa dinikmati secara gratis. Sejak dulu Persobarin tidak pernah menjual tiket untuk kejuaraan barongsai," kata Chandra.

Meski ada tim Kong Ha Hong Jakarta dan PSMTI Tarakan yang punya reputasi nasional, Chandra Wurianto menegaskan, 20 peserta memiliki peluang yang sama untuk merebut Piala Wali Kota 2012. Pasalnya, tim-tim yang ikut kejuaraan tahunan ini sudah berlatih keras dan sudah mengetahui peta kekuatan barongsai di tanah air. "Bagi saya, 20 peserta ini sama-sama tim unggulan," kata Chandra.

Surabaya diwakili empat tim, yakni Adhi Dharma, Lima Naga, Surya Naga, dan Sumber Mulya. Kelenteng Eng An Kiong Malang menurunkan dua tim, sementara Naga Langit Makassar menyertakan tiga tim sekaligus. "Kami sudah sering ikut kejuaraan di Surabaya, semoga kali ini hasilnya tidak mengecewakan," ujar Sutomo, ofisial PSMTI Tarakan.

Seperti diperkirakan, PSMTI Tarakan dan Kong Ha Kong Jakarta bersaing ketat sejak hari pertama. Kualitas kedua tim, yang sama-sama punya reputasi nasional ini, jauh di atas peserta lain. Tapi akhirnya Kong Ha Hong Jakarta mendominasi kejuaraan ini dan keluar sebagai juara umum. Kong Ha Hong menduduki juara pertama, kedua, dan ketiga. Ini sekaligus mengakhiri dominasi PSMTI Tarakan yang selama tiga tahun berturut-turut memenangi Piala Wali Kota Surabaya.

No comments:

Post a Comment