05 May 2012

Bahasa Mandarin di Madura



Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyambut gembira program pelatihan bahasa Mandarin untuk 38 SMA/MA swasta. Ini merupakan program rintisan di Madura yang dikembangka Indonesia Tionghoa Cultur Center (ITCC) Surabaya.

Selain Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, pembukaan program ini dihadiri sejumlah pejabat penting di Pamekasan. Bupati menyebut program khusus untuk guru-guru bahasa ini merupakan terbosan penting dalam pembelajaran bahasa Mandarin di Pamekasan. "Saya kira baru pertama kali ini program Mandarin masuk Pamekasan, bahkan Madura," kata Bupati Pamekasan.

Karena itu, Kholil meminta para guru di wilayahnya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menguasai bahasa nasional Tiongkok itu. Kemudian bisa menularkan ilmunya kepada anak-anak didik di sekolah masing-masing.

Bukan itu saja. Bupati Kholil berharap penguasaan bahasa Mandarin bisa membantu pengembangan investasi dari negara-negara bebahasa Mandarin seperti Tiongkok, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Dengan adanya Jembatan Suramadu, yang dibangun investor asal Tiongkok, saat ini sejumlah investor asing sudah mulai melirik Pulau Madura, termasuk Pamekasan. Sebagian di antaranya dari Tiongkok. "Maka, bahasa Mandarin menjadi sangat penting di era globalisasi sekarang," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Achmad Hidayat pun tak kalah semangat. Dia menyatakan akan membantu pengembangan bahasa Mandarin dengan menjadikannya muatan lokal di Pamekasan. Sebab, saat ini bahasa Mandarin makin penting peranannya di dunia internasional selain bahasa Inggris.

Andre Su dari ITCC Surabaya menjelaskan, guru-guru dari 38 sekolah swasta itu akan mendapat pendidikan dan pelatihan Mandarin selama 8 bulan. Guru-guru itu tidak perlu ke Surabaya. Pihak ITCC akan mengirim instruktur ke Pamekasan untuk mengajar guru-guru itu.

"Mereka tidak perlu bayar biaya pelatihan karena ITCC menyediakan laoshi secara cuma-cuma. Yan penting, mereka aktif mengikuti semua program yang sudah kami susun," kata Andre.

Setelah pendidikan selama delapan bulan di Madura, menurut Andre, peserta akan mengikuti pendidikan lanjutan di Guangzhou, Tiongkok. "Mereka akan digembleng selama 12 sampai 20 hari di Tiongkok. Kebetulan sekolah itu sudah punya ikatan kerja sama dengan ITCC," kata Andre Su.

Menurut Andre, guru-guru di kabupaten tetangga seperti Sampang dan Sumenep pun tertarik untuk bergabung. Pihak ITCC pun tak keberatan. "Jangankan di Madura, di Makassar saja kami layani," tegas Andre Su. (*)

1 comment:

  1. Saya Tony Yulianto, warga dusun Beltok Desa Larangan Badung kecamatan Palengaan, Pamekasan, ingin belajar bahasa Mandarin di Pamekasan di mana ya? Terima kasih informasinya. Tolong balas di email saya toniyulianto65@gmail.com atau WA saya di no. 085230523465

    ReplyDelete