15 May 2012

Apa agama anda?


NI DE ZONGJIAO XINYANG SHI SHENME?

Ini pertanyaan biasa di Indonesia yang mewajibkan rakyatnya punya agama. Itu pun harus agama resmi yang diakui pemerintah. Tapi sebaiknya jangan melontarkan pertanyaan ini kepada orang Eropa atau Amerika atau Tiongkok.

Di negara-negara Barat atau Tiongkok agama itu soal privat. Orang tidak harus punya agama. Tidak ada kolom agama di KTP atau sejenisnya. Pernikahan tidak harus melalui agama atau gereja.

Di buku saku percakapan bahasa Mandarin yang dibagikan kedutaan atau konsulat Tiongkok, saya menemukan topik menarik tentang agama. Kita tahu Tiongkok negara komunis sehingga agama benar-benar tidak diurus negara. Karena itu, orang Indonesia akan geli atau mungkin geleng-geleng kepala membaca contoh percakapan tentang agama itu.

Saya kutip halaman 58:

NI DE ZONGJIAO XINYANG SHI SHENME?
Apa agamamu?


Jawabannya:

WO MEI YOU ZONGJIAO XINYANG.
Saya tidak punya agama.


Hehehe...

Sulit dibayangkan ada orang Indonesia menjawab seperti itu. Bisa-bisa dicap komunis, PKI, atau tuduhan lain yang menakutkan. Dan sudah pasti tidak akan dapat KTP, paspor, SIM, dan sebagainya. Juga tidak akan bisa menikah karena pernikahan di Indonesia harus berdasarkan agama.

Contoh kalimat bahasa Mandarin ini rupanya cocok dengan jawaban beberapa orang Tiongkok di Surabaya. Saya pernah iseng-iseng bertanya kepada Nona Shanghai dan Nona Beijing apakah dia juga sembahyang di kelenteng.

"Saya tidak pernah ke kelenteng. Saya kan masih muda. Hehehehe," kata gadis 25 tahun asal Shanghai itu.

Nona Beijing heran melihat anak-anak muda di Surabaya rajin ke gereja, masjid, kelenteng atau tempat ibadah lain. Sebab, di kotanya kelenteng itu hanya didatangi orang-orang tua alias laoren. "Tapi saya pasti akan ke kelenteng kalau sudah tua," kata si Beijing.

Saya menghargai pandangan kedua nona ini, Namun saya meminta agar mereka pura-pura mengaku beragama Konghucu atau Buddha (yang sudah jadi bagian dari tradisi panjang kebudayaan Tiongkok) kalau ditanya orang Indonesia apa agamanya supaya lebih aman. Sebab, orang Indonesia umumnya tidak bisa menerima orang yang tak punya agama. Urusannya bisa panjang meimei!

3 comments:

  1. Kepekaan yang tinggi dan pengamatan yang tajam.Dari satu kalimat yang biasa menjadi artikel yang menarik.

    ReplyDelete
  2. yah.. Itulah indonesia, lain ladang lain belalang. Keep posting.

    ReplyDelete
  3. Aku adalah seorang Indonesia sejati ! Sudah tahu Kesalahan , tetapi tetap melakukannya. Alias NDABLEG.
    Rokok merusak kesehatan, namun tetap merokok.
    Korupsi merugikan rakyat, namun tetap korupsi.
    Agama pemecah Kebangsaan, namun tetap fanatik.
    Dusta itu kualat, namun tiap hari berdusta.
    Serakah dan ketamakan adalah sifat buruk, namun melamun ingin jadi konglomerat yang tercantum dimajalah Forbes.
    Indonesia negara kaya, namun kekayaan negara diserahkan kepada orang asing.
    Balita busung lapar dan orangtua-nya kurus kering, namun dianjurkan supaya Selasa dan Kamis berpuasa.
    Kedelai dan jagung lebih mahal daripada beras, namun ramai-ramai menanam kelapa sawit untuk bio-diesel -nya orang eropa, dan hasil uangnya disimpan di Singapura.
    Punya bahasa nasional, namun sok pakai bahasa inggris.
    Cintai produkt Indonesia, namun pakai Rolex, Mercedes, Lexus, Ray Ban, Armani, Hermes, dll.
    Jika Ndableg-nya diurut, mungkin butuh kertas seluas pulau Flores.

    ReplyDelete