10 April 2012

Nestapa dokter PTT di Flores



Tak sengaja saya bertemu Pak Alex di halaman kantor Kecamatan Gubeng Surabaya. Antre panjang urus KTP elektronik. Dia antusias begitu tahu saya berasal dari NTT, khususnya Flores.

"Saya baru kembali dari Manggarai Barat, Flores," katanya. Lalu beliau cerita banyak lika-liku perjalanannya ke Flores, jalan yang bobrok, hingga pelesir lihat gerombolan komodo di Pulau Rinca.

Sudah 2 tahun ini putri Pak Alex jadi dokter di Manggarai Barat. Benar2 pengabdian, katanya. Setelah dikumpulkan di Kupang, 5 dokter
muda dari Jawa (4 wanita) kemudian diterbangkan ke Flores barat. Dan pengabdian pun dimulai. Pihak kabupaten tidak siap. Rumah yang
disediakan kotor bukan main, air mampet, fasilitas jauh dari normal.

"Untung di sana ada pater2 yang bisa bantu. Saya menginap sama pater,"cerita Pak Alex seraya tersenyum. Pengusaha Tionghoa yang tinggal di Ngagel ini heran mengapa para dokter PTT yang akan berbakti di Flores itu tidak disiapkan fasilitas secara layak. Tak usah mewah, tapi bersih dan layak huni.

Ini 2012, di mana orang2 kota sudah sangat canggih dengan laptop, internet, smartphone dsb. Tapi mengapa daerah Flores barat yang punya
taman wisata komodo itu masih belum maju juga? Saya tak bisa menjawab keluhan Pak Alex karena memang belum pernah ke wilayah Manggarai.

Setelah beradaptasi dengan keterbelakangan di Flores, putri Pak Alex yang lulusan kedokteran Universitas Hang Tuah itu mulai menikmati
pengabdian di pelosok. Dia sering pesan obat lewat bapaknya pakai uang sendiri. Demi pengabdian.

Di puskesmas terpencil itu, menurut Pak Alex, putrinya sering menghadapi pasien2 aneh. Orang kampung tak sungkan membangunkan si
dokter karena sakit mendadak. Ketika saatnya membayar, si pasien mengaku lupa membawa uang.

Ini modus khas orang2 kampung, pura2 lupa agar tidak membayar jasa dokter. Hehehe... Tapi ada juga di kecamatan lain, masih di Flores, yang warganya selalu membayar lebih tinggi ketimbang tarif resmi.

"Kalau puskesmas yang ditempati anak saya ini parah," kata Pak Alex.

Pengabdian! Pengabdian!

2 comments:

  1. yqa betul sekali. PENGABDIAN!!!

    ReplyDelete
  2. benar pengabdian, pengabdian. tapi kenapa tidak ada penghargaan yg layak gitu? Dokter juga manusia biasa, punya keluarga, perlu mencukupi kebutuhan sehari-hari. tidak semua dokter itu kaya raya..
    harusnya itu perlu ditanamkan ke masyarakat dan pemerintah kita. bagaimanapun juga seorang dokter tetap perlu mencukupi kebutuhan keluarganya juga kan?

    ReplyDelete