26 April 2012

Sekar Laut bermula dari pabrik kerupuk 1966



Dari Grha Wismilak di Jalan dr Seotomo 27 Surabaya, sekitar 50 peserta Melantjong Petjinan Soerabaia (MPS) jalan kaki ke Finna Gift Shop di Raya Darmo 23-25 Surabaya. Rombongan ingin mengetahui metamorfosa sebuah pabrik kerupuk rumahan (home industry) menjadi perusahaan besar yang produk-produknya sudah menyebar ke mancanegara.

Teriknya cuaca Surabaya Minggu siang itu (22/4/2012) kontan hilang ketika peserta MPS, yang dipimpin Paulina Mayasari, tiba di Finna Gift Shop. Sejumlah pramuniaga menyambut kedatangan para turis lokal ini dengan ramah. Bahkan, peserta juga diberi kesempatan untuk mencicipi beberapa produk andalan Finna.

"Finna itu brand utama dari PT Sekar Laut Tbk. Masyarakat memang sudah sangat familier dengan aneka produk kami," kata Efridia Gieneroza, product development Sekar Laut, dalam presentasinya.

Seperti umumnya pengusaha-pengusaha Tionghoa tempo doeloe, Finna ini mulai dirintis pada 1966 oleh Harry Susilo dari skala yang sangat kecil. Produk yang dibuat hanyalah kerupuk udang tradisional seperti yang dibuat UKM-UKM di Sidoarjo. Pabrik PT Sekar Laut memang berlokasi di kawsaan Jenggolo, Sidoarjo.

Efridia memperlihatkan alat-alat sederhana untuk membuat kerupuk pada era 1960-an. Alat-alat yang jauh lebih sederhana ketimbang pabrik-pabrik kerupuk rumahan yang ada sekarang. Tapi berkat kerja keras, ketekunan, kepiawaan membaca pasar dan membangun jaringan, usaha kerupuk udang ini terus berkembang.

Harry Susilo kemudian menjadi pengepul hasil laut untuk diekspor ke luar negeri. Hasil laut segar dikirim dengan pesawat. Pada 1973 ketika usaha makin besar, Harry melakukan kerja sama dengan Tomen Group. Sejak itulah masyarakat mulai kenal produk-produk Fina, brand Sekar Laut yang diambil dari nama salah satu putri sang founder. Skala pabrik pun terus membesar. Saat ini Sekar Laut memiliki sedikitnya 8.000 karyawan.

"Produk kami dibuat dari bahan-bahan alami, diproses secara modern oleh tenaga terampil yang berpengalaman," jelas Efiridia menjawab pertanyaan salah satu peserta MPS.

Adapun lini produk Finna meliputi kerupuk udang, ikan, sayuran, saus tomat/sambal, aneka bumbu masak, tepung bumbu, kacang mente, roti bun (burger), dan aneka hasil alam.

"Kalau Anda melancong ke Afrika, Anda akan menemukan produk bermerek Finnna karena produk-produk Sekar Laut memang sudah diekspor ke mancanegara," kata Efridia Gieneroza seraya tersenyum.

Pria berkacamata yang akrab disapa Gino ini kemudian meminta beberapa karyawan untuk melakukan demo memasak beberapa produk Finna. Tak sampai 10 menit peserta MPS bisa mencicipi masakan ringan khas Sekar Laut. "Di sini memang sering diadakan semacam cooking class. Dan bumbu-bumbu masak kami juga sering dipakai dalam demo masak yang diadakan beberapa televisi," kata Efridia.

Dia akhir pertemuan, Efridia menyebut lima kunci sukses pendiri Finna yang membuat perusahaan ini terus maju dan berkembang. Pertama, semangat pantang menyerah dalam kondisi apa pun. Kedua, komitmen pada kualitas dan cita rasa. Ketiga, inovasi dari waktu ke waktu. Keempat, variasi produk. Kelima, sinergi divisi distribusi dan marketing.

No comments:

Post a Comment