04 April 2012

Menikmati lagu dan tarian dolo-dolo



Iseng-iseng saya mencari lagu LUI E di youtube. Lagu daerah Larantuka ini sangat terkenal di tanah Lamaholot, khususnya Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, NTT. Sejak dulu lagu ini selalu direkam berbagai band lokal atau grup vokal yang bikin rekaman.

Wow, ternyata LUI E memang ada di youtube. Dibawakan grup vokal asal Solor Barat, lagu ini terasa menyentuh buat perantau asal Flores Timur alias Lamaholot meski kualitas rekamannya kurang baik. Makum, direkam sendiri di studio yang sederhana.

Saya pun mengunduh dan menyimpan file LUI E di ponsel. Lalu saya putar dan sesekali dipakai untuk senam pagi bersama lagu POCO-POCO yang jauh lebih terkenal.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengunduh LUI E di youtube.

Tak hanya LUI E, masih ada sejumlah lagu dolo-dolo dan lagu pop daerah Flores lain bisa diakses dengan mudah di internet. Saya paling suka Felix Matarau karena mengingatkan saya pada kampung halaman di Ileape, Lembata. Syair-syair Matarau sangat kental dengan bahasa Lamaholot versi Ileape.


Dulu, ketika internet belum ada, kita sangat sulit mencari kaset atau CD/VCD lagu-lagu daerah Flores Timur atau NTT. Sebab kaset/CD/VCD yang diproduksi sangat terbatas. Cari di toko-toko kaset dijamin tidak ada karena rekaman musik pop Flores memang tak pernah masuk label mayor. Cuma sekadar iseng-iseng orang Flores yang ingin berbagi kegembiraan kepada saudara-saudaranya dengan melestarikan lagu daerah.

Saya memang punya kenangan khusus dengan LUI E. Sejak sekolah dasar di pelosok Lembata saya sudah dengar lagu ini. Maklum, camat kami dulu orang Nagi, Pak Martinus, sehingga influence bahasa dan lagu-lagu Nagi sangat terasa di kampung. Ah, jadi ingat lagu DENDERO O... DENDERO dan LARANTUKA PASE PANJANG UJONG TANJONG.

Terima kasih untuk guru-guru di kampung yang sudah mengajari saya banyak lagu bagus ketika saya belum genap 10 tahun! Khususnya Pak Paulus Lopi Blawa, guru kelas 3 SD, yang sudah dipanggil Bapa di surga.

Kemudian saat jadi anak asrama di SMP San Pankratio (sore) Larantuka, tepatnya San Dominggo, saya lihat ada band lokal, namanya Diana dan Floreta kalau tak salah, bikin rekaman dan sering diputar di salah satu toko kaset di Jalan Niaga Larantuka. Salah satu pemain band yang terkenal adalah Pak Valens Fernandez, guru saya.

Saya sering mampir di toko kaset itu (dulu hanya dua toko kaset di Larantuka) demi menikmati lagu LUI E. Dan tidak hanya saya. Banyak juga pelajar lain yang sama-sama menikmati lagu tradisional berbahasa Melayu Larantuka alias bahasa Nagi ini.


Oh ya, saya dan teman-teman di San Dominggo dulu juga punya kebiasaan mandi AE KONGGA persis di belokan San Dominggo-Pante Besar. Airnya memang layak minum dan segar. Anak-anak asrama dulu memang sering terserang malaria, tapi kami sama sekali tidak takut mandi ae kongga. Apa hubungan ae kongga dan malaria? Hehehe...

Kini, setelah teknologi makin canggih, makin banyak anak-anak muda Flores yang bikin rekaman indie label, kemudian diunggah di youtube. Ini sebuah langkah yang sangat positif karena orang Lamaholot di berbagai belahan dunia bisa mengakses dengan mudah.

Maka, lagu dan tarian dolo-dolo membuat kita tak akan lupa kampung halaman.


Ulangan (Refren):

LUI E.... LUI E.... BENEDITA SEPIA LENGGANG TANGAN
LUI E.... LUI E.... BENEDITA SEPIA LENGGANG TANGAN
OA OA E.. LE LE... MARI MARI BETA ENDO
OA OA E.. LE LE... MARI MARI BETA ENDO

Solo:

1. KATA IKAN IKAN MATA KENA
KATA GANTO GANTO UJONG BALE
KATA NO MATA SO TEKENA
KATA HATI HATI BULU BALE

2. KATA PADI PADI HATU BLE
KATA REGA REGA TIGA SUKU
ANTA OA MASO DALAM BILE
UNTUK SEREWI SEREWI BAPA SUKU

3. KATA MANDI MANDI AE KONGGA
KATA TAKO TAKO MALARIA
KATA NO ORANG PUNYA SOBA
KATA JANGAN JANGAN JEMBERIA

4. KATA AE AE KEBO KEBO
KATA TURON TURON RABA KETANG
KATA OA JANGAN SEBO SEBO
KATA TUNGGU TUNGGU ESO PETANG

5 comments:

  1. Bung Hurek,
    Bagi saya, lagu Lui E ini luar biasa indah dalam kesederhanaannya. Ada sesuatu di dalamnya yang mengharuskan saya mendudukannya sejajar dengan Bohemian Rhapsody atau Stairway To Heaven atau Angel of Death. Mungkin ini karena saya orang nagi?

    ReplyDelete
  2. yah.. itu lagu sangat populer untuk pesta pernikahan di nagi. sangat menyentuh.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas komentar No dari Nagi. Yah, kenangan yang indah di Nagi memang tak akan pernah kita lupakan. Kenangan yang membuat kita bahagia dan kesederhanaan. Dan jadi inspirasi untuk membuat tulisan-tulisan sederhana macam ini.

    Salam damai!

    ReplyDelete
  4. http://www.youtube.com/watch?v=Rh3GNgTryYk

    Arrangement by Ivan Nestoman, ama.


    G. Witak

    ReplyDelete
  5. Selamat pa Lambertus , bisa sharing via tulisan ini kita makin banyak kenal saudara-saudara kita dari lewotana ,
    Salam,
    G. Ladjar . Bandung

    ReplyDelete