12 April 2012

Liga Inggris dan Liga Spanyol


Sulit tidur, kebanyakan ngopi, saya nonton bola di globaltv: wigan lawan mu. Sangat seru! MU diserang terus, kalah penguasaan bola. Meski peringkat 1, hampir pasti juara, mu tidak sangat dominan.

Liga Inggris memang sangat kompetitif. Perangkat bawah bisa mengalahkan big 5, termasuk mu atau city. Cara main, penguasaan bola, skill 20 tim pun hampir sama. Karena itu, semua pertandingan premiership pasti enak ditonton.

Kontras banget dengan liga spanyol atau la liga. Barcelona terlalu sempurna, talented, superlatif, dibandingkan 19 tim lain, termasuk real madrid. Saat naskah ini dibuat madrid masih peringkat 1, tapi selisih poin cuma 1. Teknik main madrid pun kalah jauh sama barca.

Tapi syukurlah ada realmadrid yang membuat la liga ibarat pacuan 2 kuda. Kalau tidak barca akan pacuan sendiri karena lawan2 sudah kalah sebelum perang. Andai kata barca tidak apes, bisa jadi ia bisa mengoleksi poin sempurna 114 di akhir musim.

Saat ini peringkat 3 la liga, malaga, hanya mendapat poin 50 atau selisih 29 dari peringkat pertama. Mustahil malaga naik ke peringkat 2, apalagi jadi juara. Persaiangan hanya barca dan madrid meski sejatinya barca jauh lebih baik.

Anehnya, klub2 spanyol di luar kedua raksasa ini dari dulu tidak berusaha untuk memangkas gap yang menganga lebar ini. Valencia malah menjual david villa ke barca dan silva ke manchester city. Bagaimana mau bersaing dengan madrid atau barca?

Anehnya lagi, orang2 indonesia, termasuk saya, senang menonton pertandingan barcelona pada pukul 02.00 atau 03.00, padahal hasilnya sudah sangat pasti: barcelona pasti menang mudah sekaligus mempermalukan lawan2nya.

Situasinya mirip zaman dulu ketika kita sangat menikmati mike tyson membantai lawannya di atas ring.

1 comment:

  1. klub2 inggris sering gak stabil kayak arsenal, main bagus tapi gak bisa juara.

    ReplyDelete