03 April 2012

Kwik Kian Gie makin kesepian


Kwik Kian Gie masih sempat muncul di televisi berita seperti metrotv.
Tapi analisis kwik yang kritis dan berani sudah lama tidak muncul di
koran2 utama. Padahal dulu, masa orde baru, analisis2 kwik begitu
sering diturunkan.

Pada 90an ketika orba makin kuat dan ngawur para mahasiswa dan aktivis
menjadikan analisis kwik kian gie sebagai rujukan. Jadi bahan untuk
mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah yang berbau kolusi dan
nepotisme seperti tata niaga cengkeh. mobnas, cukai miras.

Kwik kemudian diangkat Gus Dur sebagai menteri perekonomian. Posisi
sangat tinggi. Transformasi dari pengamat oposan ke pembuat kebijakan.
Apakah kwik berhasil sebagai menteri?

Yang jelas, kwik tidak dipakai Presiden Megawati yang notabene sesama
PDI Perjuangan. Rupanya bu mega tidak sreg dengan kemampuan kwik.
Pintar teriak2 sebagai pengamat tidak otomatis pintar sebagai menteri.
Presiden megawati justru lebih percaya dorojatun sebagai menteri
perekonomian.

Sejak itu kwik eksht dari PDIP. Analisis2nya di koran pun jarang
muncul. Redaksi koran biasanya malas kasih tempat kepada bekas pejabat
yang dinilai kurang sukses. Popularitas kwik sebagai analis ekonomi
jelas merosot setelah jadi pejabat.

Kini, saat ribut2 kenaikan harga minyak, kwik pun kurang muncul di
media utama. Lebih banyak di internet atau televisi yang angle-nya
memang antipemerintah. Kalau mau menghantam pemerintah, silakan undang
pengamat2 macam kwik kian gie atau Rizal Ramli atau Ichsanuddin Norsi.

Kwik tetap konsisten sebagai tukang kritik. Kalau dulu memblejeti
rezim orde baru, kini terus menguliti rezim SBY yang beda mazhab
ekonomi dengan dirinya. Kalau kita cemati analisis kwik, rasanya
kebijakan SBY dan kabinetnya salah melulu.

Maka, orang pun sering menganalogikan pengamat ekonomi dengan
pengamat/penonton sepakbola di indonesia. Pemain2 bintang di eropa pun
dianggap goblog, tidak becus, main bola. Coba si pengamat atau
penonton itu disuruh turun ke lapangan. Bisa main bola gak?

No comments:

Post a Comment