07 April 2012

Exultet Paskah di Flores

Saya ingat guru2 SD saya di pelosok Lembata NTT. Apalagi jelang malam Paskah ini. Guru2 di kampung yang sederhana itu sangat jago menyanyikan Exultet atau pujian pada malam Paskah.

Kemampuan guru2 di pelosok Flores sebelum 1990 itu, maaf, melebihi kebanyakan pastor di Jawa kalau nyanyi gregorian, khususnya Exultet. Dan itu bisa dimengerti karena Exultet ini biasa disenandungkan, dilatih, kapan saja layaknya anak2 muda gandrung lagu pop.

Berbekal SKB atau JUBILATE, buku nyanyian liturgi yang sangat populer di Flores, guru2 desa itu berlatih notasi, kata2, frasering dan seterusnya. Persis pastor beneran! Padahal, Exultet itu sebenarnya hanya dibawakan pastor dalam upacara lilin pada malam Paskah.

Saya ingat Pak Tinus, guru kelas 6 SD saya, juga tetangga, yang selalu menyanyikan Exultet sebelum tidur siang. Suaranya lantang dan bening. Dan memang gregorian itu paling cocok dibawakan orang2 bersuara tenor yang halus, tajam, tidak pecah.

Mendengar suara Pak Tinus, saya pun ambil buku SKB dan mencoba menyanyikan Exultate pelan2. Lama2 kelamaan bisa juga meskipun saya belum fasih membaca not. Guru2 SD yang lain seperti Pak Piet, Pak Lopi, atau Pak Yan pun punya kebiasaan menyanyi Exultet kapan saja.

Karena itu, Exultet yang versi Indonesianya BERSORAKLAH BALA MALAIKAT DI SURGA... itu benar2 nancap di kepala saya. Tiap malam Paskah saya selalu menunggu momen candlelight yang diiringi lagu Exultet oleh sang romo selama 15-20 menit itu.

Di gereja2 katolik di Jawa jawaban umat ini berbeda redaksinya. Di Flores saya tidak akan pernah lupa: BERSORAKLAH SEGENAP GEREJA KUDUS - GEMBIRA SEBAB PESTA PASKAH!

Tapi, sayang, tidak semua pastor di Jawa bisa membawakan Exultet sebaik guru2 desa di pelosok Flores. Mengapa? Kurang latihan. Sulit menandingi Pak Tinus, guru SD saya di kampung, yang berlatih hampir setiap hari.

Untung ada youtube! Saya menemukan Exultet bahasa Latin dan Inggris yang jauh lebih bagus dari di Indonesia. Saya unduh dan simpan di ponsel untuk mengenang guru2 SD di kampung.

No comments:

Post a Comment