12 March 2012

Ubah zona waktu ke GMT+8

Empat tahun lalu saya sudah mengusulkan perubahan zona waktu, khususnya WIB, karena tidak cocok dengan negara2 tetangga Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand. Negara2 itu pakai GMT+8 atau sama dengan WITENG, sementara WIB pakai GMT+7.

Terasa sekali ketika kita berada di Singapura atau Kuala Lumpur. Dan memang tulisan itu saya buat ketika berada di sana. Ketika hari masih gelap semua orang sudah sedemikian sibuknya. Aktivitas bisnis dan keseharian dimulai.

Kita yang terbiasa di Surabaya atau Jakarta masih tenang2 saja. Harus dibangunkan oleh petugas hotel atau pemandu wisata agar bisa menyesuaikan diri dengan jam Singapura.

Yah, ternyata jam singapura lebih cepat satu jam ketimbang WIB. Kita masih ngopi tunggu matahari naik, sementara orang Malaysia dan Singapura sudah berlari.

Pulang ke Surabaya, kita yang sudah mulai nyaman dengan jam Singapura merasa tidak nyaman dengan jam WIB. Mengapa? Pukul 07.00 di Surabaya atau Jakarta sudah terasa panas, apalagi pukul 09.00.

Kegairan berangkat kerja pada jam 6 pagi di Singapura yang sejuk pun tak terjadi di Surabaya. Jangankan jam 6, jam 5 di Surabaya sudah terang-benderang.

Indonesia memakai pembagian zona waktu ala pelajaran IPA di sekolah. Yakni tiap 1 derajat selisih waktunya 4 menit. Kemudian dibuat 3 zona mengingat Indonesia sangat luas.

Pemerintah Orde Baru sama sekali tidak mempertimbangkan aspek bisnis dan zona waktu di negara2 tetangga. Padahal Singapura dan Malaysia berada pada bujur yang hampir sama dengan Jakarta sehingga masuk GMT+7 menurut pelajaran IPA.

Syukurlah, pemerintah kemudian menyadari kealpaannya itu dengan mengubah zona waktu Bali ke WITENG alias GMT+8 yang berarti sama dengan Malaysia dan Singapura. Mengapa hanya Bali yang diubah? Mengapa tidak semua WIB ditambah 1 jam saja?

Pekan lalu pemerintah kembali mengangkat wacana penyatuan zona waktu Indonesia. Lalu kapan dilaksanakan? Pemerintah tidak perlu berwacana tapi mengeksekusi. Wacana sudah lama, tinggal dieksekusi.

Jangan ragu Pak SBY!

1 comment:

  1. Ulasan yang menarik om hurek, saya setuju jika zona waktu WIB terutama daerah jawa timur dan jawa tengah dikonversi ke WITE (yang bener Wite apa witeng om..?? hehe)karena pada dasarnya perbedaan kondisi waktunya tidak signifikan, ini berdasarkan pengalaman saya.

    ReplyDelete