05 March 2012

Seniman tua yang dilupakan


Minggu lalu harian kompas memuat komunitas penggemar leo kristi. Satu halaman penuh. Rupanya musisi dan penyanyi asal surabaya ini punya penggemar setia yang masih terus mengikuti perjalanan bermusik cak leo.

Tapi benarkah leo kristi sebegitu terkenalnya saat ini? Saya hanya bisa ngelus dada. Tahun lalu leo mendapat penghargaan dari bu risma, wali kota surabaya, bersama puluhan warga surabaya lain yang dinilai berprestasi.

Memakai kaos hitam ketat, topi, leo berbaur dengan ratusan orang di taman surya. Tapi siapa yang kenal leo, bersalaman, foto bersama? Saya perhatikan sangat sedikit. Tak sampai lima orang.
Ah, nasib seniman tua yang makin dilupakan.


Beberapa minggu kemudian saya tak sengaja melihat leo kristi di jalan ngagel jaya surabaya. Sehabis mengurus tiket kemudian berteduh karena hujan deras. Benarkah pria berkaos hitam itu leo kristi? Apakah saya tidak salah lihat?

Saya pun menghampiri dan ternyata benar: leo kristi. Kami ngobrol santai sembari menunggu hujan reda. Tak ada seorang pun yang waktu itu menyalami leo. Apalagi minta tanda tangan layaknya bertemu seniman besar.

Tak hanya leo kristi. Begitu banyak seniman2 kita yang tak lagi direken masyarakat setelah masa emasnya berlalu. Mereka pun ibarat rakyat biasa, orang kampung yang tak pernah jadi public figure.

Saya tidak tahu seniman2 lama macam leo kristi ini mengalami post power syndrome atau tidak. Bayangkan, selama bertahun-tahun mereka dielukan ribuan orang, jadi berita di media, kemudian kini tak dihiraukan orang.

Syukurlah, leo kristi ternyata masih punya penggemar setia di kota2 lain. Di surabaya sendiri masyarakat mungkin sudah lupa permainan gitar yang rancak dan teriakan2 khas leo kristi.

4 comments:

  1. mas hurek,

    om leo kristi ini sekarang tinggal dimana yak? saya tertarik dengan beliau dan pengen buat essay singkat...saya suka dengan akting beliau di surabaya 45 dan lemon tree bareng alm gombloh. thx mas..


    aldi

    ReplyDelete
  2. cak leo ini sudah lama tinggal di bali, sekali2 saja ke surabaya. anda bisa masuk ke komunitas penggemar LK di facebook. banyak kegiatan cak leo dan mungkin teman2 di situ bisa bantu.
    nomer HP-nya ketelisut, nanti saya cari dulu. nuwun

    ReplyDelete
  3. apa ga salah buat judal ya...........

    ReplyDelete
  4. Mengingatkan pada 'menjulang tinggi di cakrawala/ siluet katedral tua' dan 'tepi-tepimu oh surabaya/ di mana kita mulai semua ini..' hehehe, thx cak leo, cak hurek!

    ReplyDelete