31 March 2012

Orang miskin lebih senang ibadah


Suasana prapaskah atau puasa di surabaya tahun ini garing. Khususnya di kawasan elit yg penghuninya orang kaya. Hampir tidak ada pendalaman app, doa bersama, apalagi latihan kor.

Apakah orang2 kaya yang katolik itu tidak ke gereja? Ke gereja, bahkan banyak menyumbang. Ada juga yg ziarah ke eropa atau palestina. Retret khusus. Bikin kkr.

Tapi di lingkungannya sendiri kegiatan liturgis malah hampir tidak ada. Di kawasan ngagel jaya selatan, yg orang katoliknya banyak, tidak ada acara doa bersama. Kajian alkitab atau pendalaman aksi puasa pembangunan (app) tidak ada. Kita bahkan tidak kenal sesama orang katolik yg berada di jalan yg sama saking sibuknya masing2 orang.

Kontras banget dengan masyarakat flores, yang mayoritas katolik dan rata2 miskin. Acara rohani selama 40 hari prapaskah begitu banyak dan meriah. Belum lagi persiapan kor dan liturgi pekan suci yg memang sangat padat.

Bahkan, saya menilai orang flores di kampung2 ini terlalu sibuk dengan urusan gereja dan adat. Saat pulang cuti di kampung, materi pembicaraan berkisar pada urusan liturgi dan adat lamaholot.

Sebaliknya, ketika berkumpul dengan orang2 kaya yg katolik, tak banyak yg berminat bicara soal agama atau liturgi. Tidak berarti mereka tidak paham pekan ruci dan berbagai lika-likunya. Bahkan sebetulnya gereja2 di surabaya penuh sesak saat kamis putih, jumat agung, malam paskah.

Apakah hanya di flores umat katolik sangat aktif bergereja? Tidak juga. Umat katolik di kota2 kecil di jatim seperti jember, pare, atau bojonegoro umatnya sangat rajin bikin acara mengisi prapaskah.

Bahkan, di surabaya sekalipun, dari 20an paroki, paroki2 yg umatnya ekonomi menengah ke bawah acara liturgi di luar gereja sangat hidup. Misalnya paroki manukan, karangpilang, pogot, atau wonokromo.

Saya pernah tinggal di jember cukup lama. Wow, aktivitas liturgi di lingkungan, wilayah, paroki, mudika, pmkri... memang luar biasa. Acara doa rosario pada bulan maria misalnya bahkan dilakukan setiap malam di wilayah patrang. Bukan main!

1 comment:

  1. Di lingkungan tempat saya tinggal, doa Rosario masih dilakukan setiap malam. Setiap bulan Mei dan Oktober, mungkin karena banyak yang masuk kategori miskin kali ya? Hehehehe

    ReplyDelete