27 March 2012

Nyepi 2012 di Sidoarjo


Menyambut Hari Raya Nyepi, 23 Maret 2012, ratusan umat Hindu di Kabupaten Sidoarjo telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan mengadakan ritual melasti untuk membersihkan alam raya.

Sebagian umat Hindu di Kabupaten Sidoarjo mengikuti melasti di kawasan pantai Morokrembangan, Surabaya, bersama umat Hindu di wilayah Kota Surabaya. Sedangkan sebagian umat mengikuti melasti di pertitaan Jolotundo, Trawas, Kabupaten Mojokerto.

"Yang ikut melasti di Jolotundo itu umat dari Pura Margo Wening Krembung. Sedangkan umat dari Pura Jalasidhi Amarta Juanda bergabung dengan umat di Surabaya," kata Gusti Ketut Budianta, wakil ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo kepada saya.

Menurut Gusti, upacara melasti diadakan di kawasan pantai atau sumber air lainnya seperti sungai atau sumur air di Candi Jolotundo yang sangat terkenal itu. Setelah melasti akan digelar mecaru atau tawur kesanga yang dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh. Untuk tawur kesanga ini, umat Hindu di Sidoarjo bergabung dengan saudara-saudaranya di Surabaya.

"Acara tawur kesanga ini diadakan tanggal 22 Maret di Tugu Pahlawan," kata pekerja sebuah perusahaan telekomunikasi di Surabaya itu.

Adapun puncak Hari Nyepi berlangsung pada Jumat (23/3/2012) dengan catur brata penyepian. Saat itu, menurut Gusti Ketut, umat Hindu mengadakan puasa dan meditasi di rumah masing-masing.

"Catur brata itu meliputi tidak boleh bepergian, tidak boleh bekerja, tidak boleh menyalakan api, dan tidak boleh menikmati hiburan," papar tokoh umat Hindu di Sidoarjo itu.

Usai berpuasa total di rumah masing-masing, menurut Gusti, umat Hindu mengadakan sembahyang di pura keesokan harinya. Ini merupakan perayaan kemenangan setelah umat melakukan catur brata penyepian sehari sebelumnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, persiapan melasti sudah diadakan jauh hari sebelumnya. Mula-mula para pengurus pura memohon petunjuk kepada Pinandita Ketut Sedhana di Pura Jagat Karana Surabaya pada 5 Maret. Kemudian pengambilan pajenengan yang terdiri dari tiga buah keris bertakhtakan batu permata berwarna merah, putih, dan hitam oleh Kadek Sumanila dan Mangku Komang Budiasa di Yayasan Padma Siwa Buana Denpasar pada 7 Maret.

Acara disusul pembuatan banten melasti, penentuan waktu, dan personel, pemasangan tenda, dan nedunang Ida Bhatara oleh Pinandita Ketut Sedhana. Malamnya sebagian umat mekemit di Pura Krembung.

Setelah persiapan rampung, pagi hari rombongan melasti berangkat menuju Pura Penataran Agung Margo Wening di Krembung untuk bersama-sama ke Petirtan Suci Jolotundo. Sedangkan rombongan karawitan Laras Diah Kemulan langsung berangkat ke Jolotundo.

Di kawasan wisata pegunungan yang sejuk ini sudah menunggu para mahasiswa Hindu dari ITS Surabayayang bergabung dengan para Bhakta Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dan Bhakta Pura Penataran Agung Margo Wening. Para mahasiswa itu didapuk membawa banten dan jempana dalam prosesi jalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer menempuh jalan yang sangat menanjak.

Petirtan Jolotundo merupakan tempat petirtan Prabu Airlangga. Di sana terdapat dua tempat pemandian yang dipisahkan untuk laki-laki dan perempuan. Di bawahnya terdapat kolam ikan dengan ikan koi yang besar dan banyak. Pengunjung dilarang mandi menggunakan sabun, sampo, atau benda-benda yang dapat mencemari air suci tersebut.

Sampai di Petirtan Suci Jolotundo, sudah ada bhakta dari pura lain seperti Pura Watukosek dan Pura Bangil yang ikut melasti. Karena itu, suasana menjadi sangat ramai. Apalagi, Pura Margo Wening Krembung membawa baleganjur atau gong bali. Selama para pemangku ngaturang piuning gamelan tiada hentinya berbunyi bersahut-sahutan.

Selanjutnya, pengurus PHDI Sidoarjo menyampaikan makna dari upacara melasti tersebut. Melasti yang merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi bermakna membersihkan dan membuang segala macam kotoran baik yang skala maupun niskala, sehingga umat indu bisa lebih khidmat dalam melaksanakan catur brata penyepian.

Sekitar pukul 17.00 rangkaian upacara di Petirtan Suci Jolotundo selesai. Umat Hindu dari Sidoarjo dan sekitarnya pun pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.

No comments:

Post a Comment