29 March 2012

Mobil pribadi tak perlu subsidi

Subsidi bbm sejak dulu salah sasaran. Para pemilik kendaraan pribadi sudah bertahun2 menikmati subsidi itu. Sementara orang miskin, yang tak punya motor atau mobil, tidak pernah menikmati subsidi bbm.

Di indonesia orang miskin hanya mendapat subsidi asap, gas buang, dan kemacetan yang parah. Siapa suruh jadi orang miskin? kata sejumlah orang kaya yang antisosial.

Dari struktur subsidi ini, pemerintah seharusnya punya banyak cara untuk menekan subsidi bbm. Bukan hanya menaikkan harga bbm secara terus-menerus yang menimbulkan gejolak panjang.

Cara paling efektif adalah MELARANG semua mobil pribadi menggunakan bbm bersubsidi. Sudah saatnya pemerintah sangat tegas dalam hal ini. Sangat aneh para pemilik mobil pribadi yang sudah pasti kaya disubsidi bbm, sementara orang miskin tidak disubsidi negara.

Untuk sementara, sepeda motor perlu dapat subsidi bbm karena pemakainya rata2 orang tanggung: kaya tidak tapi hampir miskin. Semua mobil pribadi, tak peduli buatan tahun berapa, merek apa, harus dilarang pakai bbm bersubsidi.

Sayangnya, pemerintah yang dipimpin SBY sejak dulu tidak pernah berani membuat kebijakan yang agak keras terhadap pribadi. Padahal, ini juga penting untuk membatasi kepemilikan mobil pribadi yang menjadi biang kerok kemacetan lalu lintas itu.

Sebaliknya, kendaraan2 umum berhak mendapat bbm subsidi, bahkan yang lebih murah dari subsidi. Berapa uang yang bisa dihemat jika pemerintah menghentikan subsidi bbm untuk pemilik mobil? Pasti luar biasa.

Adapun subsidi untuk orang miskin jangan hanya blt yang cuma sesaat saja. Buka lapangan kerja. Proyek padat karya. Sekolah gratis, berobat gratis, nikah gratis, rehab rumah2 gubuk di desa.

Di Lembata, salah satu kabupaten di NTT, sampai saat ini tak punya jalan raya yang bagus. Hampir semua rakyatnya miskin. Tapi pemerintah tak pernah berpikir untuk memperbaiki jalan. Harga bensin saat ini 10000 padahal normalnya 4500.

Kendaraan umum dari pemerintah tidak ada. Maka rakyat miskin itu bertambah melarat.

No comments:

Post a Comment