05 March 2012

Makin sulit cari pembantu




Tetangga saya kembali kehilangan pembantu. Sang pembantu pulang kampung. Atau cari kerja baru yang dianggap lebih baik. Atau jadi pembantu di rumah lain yang gajinya lebih baik dan suasana kerja lebih nyaman.

Maka dalam setahun tetangga itu punya 4 pembantu. Cari lagi, kerja sebentar, kemudian eksit lagi. Beda dengan pembantu zaman dulu yang ikut majikan hingga puluhan tahun, jadi bagian dari rumah tangga.

"Susah zaman sekarang, pembantu nggak kayak dulu," keluh seorang ibu lansia yang butuh pembantu tapi belum ketemu yang cocok.

Memang tipe pembantu yang kerja total, nrimo, rame ing gawe.. boleh dikata tidak ada lagi. Mengapa? Wanita2 desa yang jadi sumber rekrutmen pembantu sudah makan sekolah. Ijazahnya smp bahkan sma.

Dengan pendidikan yang memadai, sejatinya tak akan ada orang yang mau jadi pembantu dengan jam kerja dan upah tak jelas. Sampai sekarang status pembantu tidak jelas: apakah karyawan atau bukan? Dibayar dengan patokan upah minimum atau tidak? Kerjanya dari jam berapa sampai jam berapa?

Jangan heran, orang2 menekuni kerja jadi pembantu hanya sebagai batu loncatan. Sambil cari peluang kerja di tempat lain yang bukan domestic worker. Kalaupun jadi babu, mereka lebih suka kerja di luar negeri seperti Taiwan atau Hongkong.

Bagaimanapun juga indonesia makin maju. Pendidikan makin bagus. Sudah tak ada lagi orang desa yang buta huruf yang bisa dieksploitasi seperti pembantu zaman dulu. Maka para pengguna jasa pembantu di kota seharusnya lebih sadar dan mau ikut berubah pola pikir dan cara memperlakukan pembantunya.

Memang ada biro jasa pembantu dan baby sitter di kota. Tapi begitu banyak kasus pembantu menjarah uang majikan di surabaya. Para majikan pengguna jasa pembantu pun tentu saja waswas.

3 comments:

  1. Di Hongkong ada 150.000 orang pembantu dari Indo. gajih bagus, liburan tepat tiap minggu,ada waktu mau belajar masak, bahasa Inggris/Mandarin, computer dll di sediakan pemerintah daerah masih tiap minggu ada siaran radio utk Tkw meskipun hanya 1 jam.
    Yang telah kerja 6-10 th. udah kumpulin banyak uang atau utk beli tanah/bikin rumah dll di Indo. banyak juga yang merasa cukup tak mau balik ke hk lagi, mereka kerja/usaha sendiri di Indo. banyak yang success di Indo.
    Malahan masih ada yg sering telephone ke bekas majikanya di hk mengucapkan Salam/ngobrol dll.
    Salut perjuangan tkw Indo. di hk.

    ReplyDelete
  2. Sekarang banyak anak muda sukanya kerja di mall, lebih enak, berAC, dan lebih elit.

    ReplyDelete
  3. tkwhongkong sombong2, norak, vulgar, bnyk lesbi, freesex dgn pakistan, macak koyo wong hk tapi raine gak iso bohong,raine sek rai tkw, tapi lek balik indo alim poll,...amit2

    ReplyDelete