10 March 2012

Kalah total dari Brunei

Benar2 dagelan yang tidak lucu. Timnas sepakbola Indonesia kalah 2-0 dari Brunei Darussalam. Kalah segalanya. Passing salah melulu, skema main gak jelas, pokoknya parah.

Kalau timnas kalah sama Malaysia masih bisa dimengerti karena sejak era Dollah Saleh pemain2 Malaysia memang punya kualitas bagus. Tapi Brunei, negara supermini, itu? Yang penduduknya hanya 400 ribu? Hehehe... Sulit dipahami akal sehat kita.

Tapi begitulah faktanya. Indonesia yang penduduknya 230 juta ternyata tak berkutik saat menghadapi Brunei. Saya hanya bisa ngelus dada menyaksikan siara langsung di RCTI 9 Maret 2012. Logika kita jadi jungkir balik. Berantakan.

Indonesia sudah lama terkenal sebagai bangsa penggemar bola. Klub bola banyak. Pemain bola di satu Jawa Timur saja bisa dipastikan lebih banyak ketimbang penduduk negara Brunei.

Tapi mengapa kita tidak bisa membentuk timnas yang kuat yang bisa dibanggakan? Tak usahlah menang lawan Iran atau Qatar atau Bahrain, tapi cukup menangan lawan Brunei, Malaysia, Timor Leste, atau Singapura. Masa kita tetap saja jadi bangsa pecundang, the loser nation!

Sayang, PSSI dan pengurus2 bola kita lebih suka berkelahi tanpa akhir. Bikin liga sepak bola yang lebih dari satu, padahal di dunia ini negara2 yang hebat sepakbolanya macam Spanyol, Italia, Jerman, Brasil, Belanda, Argentina.. hanya punya SATU liga.

Barangkali cara berpikir PSSI dan orang2 bola kita memang beda dengan orang2 Eropa atau Amerika Latin. Indonesia apa boleh buat sudah telanjur menjadi pecundang dan, anehnya, dianggap biasa oleh ketua PSSI dan pelatih Widodo Cahyono Putra.

Usul saya: Indonesia tidak perlu ikut kompetisi apa pun selama 10 tahun. Moratorium total. Kita konsentrasi ke dalam melakukan revolusi total. PSSI bila perlu dibubarkan dibuat asosiasi baru yang diisi orang2 di bawah usia 45 tahun.

Selama orang2 lama yang suka berkelahi itu masih bercokol di PSSI maupun PSSI tandingan, maka timnas akan tetap seperti sekarang. Garuda akan dilindas Brunei atau Timor Leste.

No comments:

Post a Comment