02 March 2012

Ikut Demo Terbang Twin Otter 400



Setelah mengikuti International Air Show di Singapura, pesawat Twin Otter Seri 400 melakukan demo terbang di Bandara Juanda. Pesawat kecil berkapasitas 19 orang ini mengitari kawasan tambak dan hutan bakau.

Berbeda dengan pesawat-pesawat jet berbadan lebar milik maskapai penerbangan komersial, lokasi parkir pesawat Twin Otter Seri 400 (TO 400) ini jauh di pinggiran apron Bandara Juanda. Untuk menuju ke pesawat, kita harus naik mobil khusus milik PT Angkasa Pura I.

Setelah masuk dan mengenakan sabuk pengaman, pesawat pun tidak bias langsung takeoff. Sang pilot harus menunggu runway benar-benar kosong.

"Namanya juga pesawat kecil, ya, harus mengalah," ujar seorang warga Sidoarjo yang ikut penerbangan khusus demonstrasi itu. Sekitar 30 menit menunggu, akhirnya sang pilot yang membawa pesawat ini langsung dari Kanada lepas landas.

Takeoff pesawat kecil berbaling-baling ini terasa mulus. Hanya saja, suara mesin terdengar begitu keras dan membuat telinga menggaung.

Setelah itu, kapal terbang produksi Viking, Kanada, ini mulai melintasi kawasan Sedati dan Buduran. Karena terbang rendah, kita bisa menyaksikan hamparan tambak di dekat laut. Gary Plant, ekspatriat Kanada, banyak bertanya tentang budidaya tambak serta perikanan di Kabupaten Sidoarjo.

"Kawasan tambak, pabrik, dan permukiman penduduk di sekitar airport ini sangat menarik," kata Gary Plant yang kini menetap di Jakarta.

Masih dalam kondisi terbang rendah, TO 400 yang sudah dibeli sebuah perusahaan di Papua Nugini ini kemudian memutar sejenak di atas Pulau Madura, mengikuti jalur jembatan Suramadu. Lantas, memutar lagi ke kawasan pantai Surabaya, Kenjeran, hutan bakau Wonorejo, dan kembali lagi ke pertambakan Sedati.

Meski sudah dekat Bandara Juanda, pesawat berkapasitas 19 orang ini tidak bisa mendarat (landing) begitu saja. Lagi-lagi harus mengalah, memberi kesempatan kepada pesawat-pesawat komersial yang akan mendarat. Apalagi, Kamis (1/3/2012) petang itu Bandara Juanda memang sangat ramai.

Setelah runway benar-benar kosong, TO 400 akhirnya mendarat dengan mulus. "Asyik juga naik pesawat kecil seperti ini. Jarang lho kita dapat kesempatan naik pesawat Twin Otter, apalagi generasi terbaru," kata salah satu penumpang seraya tersenyum.

Twin Otter yang mulai dirancang sejak 2007 ini sebetulnya tidak asing lagi di Indonesia. Pada 1980-an pesawat yang sering mengakut barang (kargo) ini ikut melayani rute penerbangan perintis di kawasan Indonesia timur. Pihak Viking terus melakukan inovasi sehingga lahirlah TO 400 yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

Dalam presentasinya, Robert Mauracher memperlihatkan betapa TO 400 ini bisa terbang mulus di atas landasan bersalju, padang rumput, lapangan bola, bahkan air laut. Ketika hendak takeoff di laut, pesawat ini terlihat seperti speed boat saja.

"Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat luas punya potensi pasar yang besar," ujar Robert Mauracher, vice president Viking.

Petinggi pabrik pesawat terkenal di Kanada ini tak sekadar bicara. Sebelum demo terbang, Robert sempat didatangi Susi Pujiastuti, pemilik Susi Air, maskapai yang banyak melayani penerbangan di luar Pulau Jawa, khususnya Indonesia Timur.

Susi kabarnya berminat memperkuat armadanya dengan TO 400. "Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa direalisasi," harap Robert. (lambertus hurek)

Dimuat RADAR SURABAYA edisi 3 Maret 2012

1 comment:

  1. Bapak Lambertus Hurek yth., Anda sungguh beruntung dapat hak istimewa untuk ikut Demo Terbang Twin Otter 400

    ReplyDelete