07 March 2012

BBM cukup naik Rp 200

Sejak 2005 harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak naik. Maka sangat wajar kalau pemerintah mulai tak sabar untuk menaikkan harga bbm per 1 april 2012.

Persoalannya sederhana saja: berapa besar kenaikan itu? Rp 1500 seperti yang diinginkan pemerintah? Didekatkan dengan bbm tanpa subsidi?

Rupanya pemerintah kurang belajar dari pengalaman 2005. Harga bbm naik terlalu banyak atau lebih pas disebut ganti harga sehingga timbul gejolak demo di mana2. Kemudian dibuatlah kebijakan bantuan langsung tunai alias blt.

Mengapa harga bbm tidak dinaikkan secara ajek, tapi dengan besaran yang sangat kecil? Taruhlan setiap tahun harga bbm dinaikkan Rp 100, 200, atau 250 saja. Maka subsidi bisa dihemat cukup besar.

Dan dengan menaikkan bbm 'cuma' sebesar Rp 100 atau 200, maka dampaknya tidak begitu dirasa rakyat. Inflasi pun bisa dikendalikan. Secara psikologis rakyat merasa enteng saja untuk mengikhlaskan 100-200 demi keuangan dan ekonomi negara.

Lain halnya kalau pemerintah lebih suka memilih menaikkan harga bbm dengan margin yang terlalu besar. Harga bensin lama 4500 kemudian jadi 6000 bagi rakyat kecil jelas sangat besar. Belum lagi dampak ikutannya berupa kenaikan harga barang2 di pasar.

Andai saja pemerintah menaikkan harga bensin subsidi 200 sejak 2006, maka tahun 2012 ini harga bensin alias premium di pasar menjadi 6600. Tak terasa sudah makin mendekati nilai ekonominya.

4 comments:

  1. Ide Cemerlang menaikkan harga BBM sedikit demi sedikit secara berkala.

    ReplyDelete
  2. mendingan gak usah naik,,,,,,sedikit naik buat apa?????

    ReplyDelete
  3. Karena pemerintah males ngitung recehan. Ntar yg di korup recehan juga.. Hah ahaha

    ReplyDelete
  4. Percuma Pak, se Brilian apapun solusi'y tdk terdengar oleh para pejabat kita yang sendang mengalami gangguan telinga..

    ReplyDelete