29 March 2012

Angkutan umum di Jakarta


Jakarta ternyata tak banyak berubah dibandingkan 30-40 tahun lalu. Setidaknya dalam angkutan umum alias transportasi masal. Sampai sekarang metromini, kopaja, bajaj... masih berseliweran di jalan raya.

Bobroknya minta ampun. Sopir dan kondekturnya pun sama saja: kurang sopan, ugal2an. Tapi warga tetap naik bus2 lawas yang sudah keropos itu karena terpaksa. Syukurlah, sudah ada transjakarta yang lebih modern dan cocok untuk ibukota negara.

Baru2 ini saya ke jakarta, seperti biasa, jalan pagi di kawasan sudirman yang elit. Wuih, ternyata bus2 bobrok metromini kopaja masih lewat di situ. Berbaur dengan mobil2 mewah seharga 3-4 miliar. Betapa hebat gap kaya-miskin di jakarta!

Saya juga menikmati bajaj roda 3 yang tua dan powerless itu. Usianya sudah 40an tahun, bikin macet jalan, tapi masih beroperasi di jakarta. Padahal di malang bajaj sudah dibuang sejak 1980an.

Apa makna semua ini? Pemprov jakarta tidak punya perhatian terhadap angkutan umum. Tidak mau meremajakan kopaja bus kota atau metromini. Bajaj seharusnya sudah lama hilang di jakarta.

Ke mana saja gubernur jakarta selama ini? Menteri2 bahkan presiden yang tiap hari lewat di jalan raya jakarta sepertinya tidak sadar kalau ada yang tidak beres di batavia. Tidak ada subsidi bus2 umum. Tidak ada upaya membuat metromini nyaman, ber-ac, wangi, ala bus2 di shanghai atau singapura.

Ke mana saja uang beredar di jakarta yang konon 80% indonesia itu? Mengapa pemprov tidak membeli bus2 bagus, ber-ac, nyaman, murah semurah-murahnya untuk menarik minat warga jakarta? Omong kosong bicara subsidi atau kompensasi bbm tapi tidak mau membenahi angkutan umum di jakarta.

Kalau jakarta saja bobrok, semrawut, bagaimana pula dengan luar jawa, khususnya ntt? Maka, saya akan sangat terkejut jika bang foke terpilih lagi sebagai gubernur jakarta.

Jangan2 pemprov jakarta memang sengaja membiarkan metromini, kopaja, bajaj sebagai barang antik, benda cagar budaya, kebanggaan ibukota!

No comments:

Post a Comment