13 February 2012

Whitney sang idola


Sejak punya komputer pribadi (PC) sekitar 10 tahun lalu, saya memasang
foto WHITNEY HOUSTON sebagai wallpaper. Penyanyi manis yang suara
emasnya sukar dicari tandingannya. Sampai sekarang.

Lagu2 Whitney memang tiada duanya. Kaset2 lamanya saya koleksi.
Kemudian di era digital saya simpan dan putar di komputer. Makin
sering diputar makin enak. Saya tidak pernah bosan menikmati suara
emas sang diva.

Karena itu, saya terkejut membaca berita di yahoo.com, di atas perahu
di mtara sungai kawasan Sidoarjo bahwa Whitney meninggal dunia.
Usianya 48 tahun. Untuk ukuran vokalis sekalis Whitney seharusnya dia
bisa tetap menyanyi hingga 84 tahun.

Tapi jalan hidup orang siapa yang tahu? Tadinya saya bayangkan Whitney
ini bisa konser keliling dunia macam Rod Stewart yang barusan ke
Jakarta. Rest in peace!

Hidup itu singkat tapi seni abadi. Saya kira penggemar musik di
seluruh dunia tak akan melupakan Whitney. Dan tetap memutar lagu2
Whitney. Terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan seorang
Whitney di industri musik pop.

Generasi 1980-90an macam saya beruntung mendapatkan Whitney di puncak
kejayaan. Beruntung karena mendapat referensi seorang penyanyi dengan
kualitas vokal sempurna, teknik istimewa, pembawaan bagus, aransemen
musik luar biasa. Semua yang superlatif ada pada Whitney.

Singkatnya, hampir semua teori vokal dan musik, how to sing...
pelajaran seni suara dipenuhi Whitney. Maka, penyanyi manis ini pun
menjadi standar atau benchmark dalam musik.

Kalau mau nyanyi bagus ya tirulah Whitney! Begitu ujaran guru2 vokal
era 80-90an.

Yah, saya kira standar tinggi ala Whitney belum dilampau penyanyi2 pop
lain di dunia. Dan gara2 standar vokal yang terlalu Whitney, kita
kurang menghargai penyanyi2 masa kini yang gaya bernyanyi dan
bermusiknya sudah jauh berbeda.

Tapi begitulah Whitney Houston... Dia telah membius jutaan orang di
seluruh dunia, termasuk saya. KOMPAS menulis: "Whitney salah satu
penyanyi pop tersukses dengan suara terindah dalam sejarah musik
dunia..."

Saya setuju 500 persen.

No comments:

Post a Comment