10 February 2012

Transjakarta asyik juga




Dua tahun lebih saya tidak ke Jakarta. Maka, begitu ada peluang, saya
sempatkan jalan2 melihat perkembangan ibukota RI itu.

Kesan saya masih sama: Jakarta terlalu jauh dibandingkan Surabaya.
Surabaya yang disebut kota kedua itu sebetulnya gak ada apa2nya. Kalah
jauh. Yah, uang beredar hampir menumpuk di Jakarta sehingga dia bisa
membangun apa saja.

Hanya dalam tempo dua tahun saya pangling di kawasan Sudirman. Menara2
baru sudah tegak. Jalan kecil dari Sudirman ke Karet Setiabudi, yang
biasa saya lewati, sudah berubah wajah.

Yang paling menyenangkan bagi orang daerah macam saya adalah bus
transjakarta. Saya coba keliling dari ujung ke ujung untuk wisata mata
di Jakarta. Asyik banget. Cukup bayar 3500 kita sudah bisa jalan jauh
dengan nyaman.

Bus bersih, AC, tidak sesak (karena dibatasi petugas), dan
penumpangnya pun keren2. Yang perempuan berdandan rapi, gaul, bawa BB
atau smartphone ke mana2. Pertanda transjakarta ini buka hanya
tumpangan warga kelas bawah yang tak mampu membeli mobil.

Sebagai kota raya dengan 8-10 juta penduduk, angkutan masal macam
transjakarta memang sangat membantu mengurangi kemacetan. Bayangkan
bila setengah saja penumpang transjakarta turun untuk naik mobil atau
motor sendiri2. Berapa space jalan di Jakarta yang harus dipakai?

Transjakarta membuat minat kita untuk jalan2 dengan kendaraan umum di
Jakarta meningkat. Seharusnya pemprov DKI bikin terobosan2 lagi
seperti transjakarta ini. Biarkan saja pemilik2 kendaraan pribadi
menggerutu karena justru mereka2 itulah yang selama ini bikin macet
Jakarta.

Sayang, busway atau transjakarta belum ada di Surabaya. Bus2 umum dan
angkot di Surabaya pun bobrok dan tidak aman. Maka pejabat hingga
rakyat jelata rame2 naik mobil atau motor. Tidak ada pikiran untuk
membuat sistem angkutan masal yang nyaman macam transjakarta.

Tunggu sampai macet cet cet dulu baru bikin. Dan pasti terlambat banget.

No comments:

Post a Comment