18 February 2012

Teror monyet di Sidoarjo




Syukurlah, Kamis lalu (16/2/2012) monyet liar itu tertangkap di kompleks pabrik baja Jatim Taman Steel, Taman. Tim gabungan BKSDA, KBS, TSI melumpuhkan si monyet dengan tembakan bius.

Monyet ini meski ukurannya kecil, tampak sangar. Empat taringnya tajam. Mungkin dialah tersangka penyerangan 26 orang di kawasan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Serangannya begitu cepat. Tiba2 muncul di rumah, lalu mencakar dan menggigit orang.

Dikejar ramai2, si monyet (ekor panjang) -- beda dengan kera yang tanpa ekor -- langsung menghilang. Warga pun resah. Polisi, pemkab, hingga BKSDA, KBS, dan Taman Safari turun tangan.

Ada sekitar 7 desa yang diteror monyet liar itu: Nambangan, Tawangsari, Ketegan, Beringinbendo, Bebekan, Kedungboto, dan Jemundo. Desa Taman juga didatangi tapi keburu dikepung oleh tim BKSDA.

Monyet itu dari mana? Punya orang yang lepas? Dari hutankah? Yang jelas, kawasan Taman sudah lama tak punya hutan. BKSDA sendiri belum tahu asal-usul monyet yang katanya sedang birahi, sehingga jadi ganas itu.

Dan apakah sudah tidak ada monyet2 lain yang berkeliaran di Taman? Pak Widodo dari BKSDA menyatakan pihaknya masih melakuka penyelidikan. Tapi petugas tetap siaga di posko. Manakala ada laporan warga, tim segera turun dengan senjata andalan buatan Jerman itu.

Sebetulnya ada satu lagi monyet kecil yang ditangkap warga di Sidorejo, Krian, Minggu (12/2) pagi. Tapi monyet ini kelewat jinak dan diyakini bukan yang menyerang puluhan warga Taman. Apalagi si kethek itu memakai rantai pertanda binatang peliharaan warga.

Mudah2an saja tidak ada lagi monyet liar yang gentayangan di Sidoarjo. Warga sudah enam tahun ini diserang 'monyet' lain yang lebih ganas, yakni semburan lumpur lapindo di Porong. Semburan yang tak diketahui kapan akan berakhir.

"Mudah2an warga bisa tenang setelah penangkapan kemarin," kata Pak Widodo.

No comments:

Post a Comment