04 February 2012

Sering di pintu darurat



Entah mengapa, setiap naik pesawat saya selalu ditempatkan di seat dekat pintu darurat. Termasuk ketika naik Lion Air tadi pagi (4/2/2012) dari Surabaya ke Jakarta. Saya dapat kursi 20B.

Seat nomor 20 dan 19 di sebelah kiri kanan memang untuk pintu darurat. Seperti biasa, si pramugari cantik kasih brifing khusus kepada 6 penumpang yang duduk di pintu darurat itu. Kalau ada apa2, orang2 di samping pintu darurat itu harus membantu awak kabin untuk melakukan evakuasi.

Evakuasi? Ngeri juga mendengar kata ini, apalagi sedang di dalam pesawat. Tapi memang awak kabin dan penumpang harus siap menghadapi risiko terburuk.

Ketika pertama kali duduk di pintu darurat, saya agak takut juga. Bagaimana saya harus mengadakan action yang tidak pernah dilatih sebelumnya? Tapi lama-kelamaan terbiasa saking seringnya dapat kehormatan duduk di seat yang justru ditolak penumpang2 lain itu.

Ada 10 syarat yang harus dipenuhi penumpang yang duduk dekat pintu emergency. Seperti badan sehat, tidak lekas panik, bisa mengatasi kepanikan penumpang lain dsb. Begitu pula ada 10 tugas yang harus diemban. Saya tidak ingat semua. Yang saya ingat menarik gagang pintu agar terbuka kala pendaratan darurat.

Saya kadang2 geli sendiri. Kok saya yang dipasang di situ? Kok bukan penumpang lain? Yah, mungkin hanya kebetulan saja saya ketiban sampur di pintu darurat. Kebetulan kok berkali-kali.

Menurut saya, maskapai penerbangan sekali2 bikin latihan untuk penumpang bagaimana cara menghadapi situasi darurat. Penumpang2 yang tergolong pelanggan, sangat sering naik pesawat tertentu, dikumpulkan untuk ikut latihan.

Nah, orang2 yang sudah dilatih inilah yang ditempatkan di pintu darurat. Tidak asal comot seperti sekarang.

1 comment:

  1. Yap... Saya juga pernah duduk di kursi keramat tersebut, pas di sebelah pintu darurat. Lalu saya berbisik ke teman sebelah saya, "Mas, aku ga tau cara buka'e nek kondisi darurat, piye jal?" hehe... :))

    ReplyDelete