12 February 2012

Selamat hari minggu


Orang Flores, dan NTT umumnya, punya kebiasaan mengucapkan selamat
hari minggu. Minggu dianggap hari yang lebih istimewa ketimbang enam
hari lain.

Selain libur, ke gereja, setiap hari minggu makanan di rumah
diusahakan sebisa mungkin lebih berkualitas. Orang makan daging hanya
pada hari minggu. Maka, anak2 sangat suka hari minggu.

Rupanya di zaman modern ini tradisi mengagungkan hari minggu masih ada
tapi tidak sehebat sebelum 1990an. Sebab saat ini tidak sedikit orang
yang tetap kerja meski hari minggu. Bisa ambil libur di hari2 lain. Ke
gereja sih tetap tapi harus bekerja juga, khususnya di Jawa yang orang
seraninya minoritas. Saya bahkan lebih sering mendapat beban tambahan justru hari minggu.

Karena itu, saya sering tersenyum geli membaca SMS selamat hari minggu
dari orang2 NTT baik yang di Jawa maupun NTT. Kenapa? Di Jawa kita
tetap kerja di hari minggu.

Mau makan enak pun tidak perlu tunggu hari minggu. Kapan saja kita
mau, kalau punya uang, kita bisa makan enak di restoran. Maka, makin
lama tujuh hari itu tak ada lagi perbedaan. Cuma hari minggu kota
besar macam Surabaya tidak sampai macet parah.

Saya sangat terharu membaca SMS Pak Ong, tokoh Tionghoa di
Surabaya, yang bukan serani, setiap hari minggu. Pak Ong ini selalu menulis kata2 mutiara berbahasa Inggris sebelum mengucapkan selamat hari minggu.

Dan ini selalu dilakukan Pak Ong selama bertahun-tahun. Teman2,
relasi, kenalan... biasanya dikirimi SMS khusus selamat hari minggu.
Membaca SMS Pak Ong rasanya teduh dan tenteram.

Saya diingatkan akan tradisi lama di Flores ketika semua orang
memperlakukan hari minggu secara khusus. Ada baju khusus, sepatu
khusus, parfum khusus, acara khusus, piknik... hingga makanan khusus
hanya di hari minggu.

Sudah terlalu lama saya tidak mengucapkan selamat hari minggu kepada
sahabat, keluarga, kenalan... karena memang tidak umum di Jawa. Pak
Ong ini termasuk perkecualian.

Selamat hari minggu Pak Ong! Semoga Tuhan memberkati keluarga sampean!

No comments:

Post a Comment