01 February 2012

Rod Stewart dan penyanyi kita



ROD STEWART, 67 tahun, baru manggung di Jakarta. Tiketnya mahal tapi laku. Paling murah 1,5 juta dan paling mahal 15 juta. Wow, orang Jakarta hebat, punya daya beli luar biasa!

Rod Stewart dan artis2 lawas Barat memang sangat beruntung ketimbang artis2 kita. Di usia mendekati 70, bahkan 80 tahun, masih bisa konser tur keliling dunia. Dibayar mahal, tak kalah dengan artis2 muda.

Rod dan artis2 Barat sepertinya bisa bermusik sepanjang hayat. Uang terus mengalir. Masih dielu-elukan meskipun cucu2nya sudah dewasa. Inilah untungnya artis yang hidup dalam sistem industri musik yang sehat. Bahkan, setelah meninggal pun royalti masih mengalir ke rekening si ahli waris.

Kontras nian dengan artis Indonesia. Terlalu payah. Karir artis2 kita tak pernah panjang. Usia masuk 30, apalagi 40... habislah dia. Sulit bikin album, apalagi tur keliling Jawa misalnya. Pendapatan langsung seret. Nganggur.

Ucok AKA Harahap (alm), rocker top seangkatan Rod Stewart. Setelah surut dari industri musik, dia mengembara ke mana2. Tak ada tanda2 kalau dia ini pernah sangat berjaya di blantika musik rock.

Ucok hanya bisa mengisi kafe2 dengan honor yang sangat murah. Beli laptop pun tak bisa. Maka, Ucok sering bikin press release dengan... tulisan tangan.

Karena bandnya bubar, jarang konser, Ucok malah menekuni dunia spiritual: semadi dan ritual2 ala dukun. Dia pernah ke Porong untuk menutup semburan lumpur dengan cara gaib. Namun, proposalnya ditolak pemerintah kabupaten Sidoarjo.

Ucok hanyalah satu contoh betapa begitu banyak mantan bintang musik atau film kita yang mengalami anomali setelah bintangnya redup. Begitu banyak eks artis yang terlunta2 ketika sakit. Jangankan bayar rumah sakit, mmbeli kebutuhan sehari2 saja susah bukan main.

Belum lama ini Mbak Indah Kurnia bikin acara reuni artis2 lawas di Grand City Surabaya. Begitu banyak yang hadir, mulai penyanyi dangdut, pop, jazz, hingga campursari. Sisa2 kebintangan tak lagi terlihat di wajah mereka. Banyak yang sakit berat.

5 comments:

  1. Sungguh prihatin nasib para artis lawas Indonesia. Kapan kita bisa punya industri musik yang sehat?

    ReplyDelete
  2. Jangan salahkan pasar. Itu salah artisnya juga. Sebagai seorang profesional, artis harus terus membuat karya seni yang kreatif, inovatif, dan laku dijual. Tidak hanya mengandalkan hit2 lama, apalagi di jaman Internet yang teramat sangat memudahkan pembajakan. Rod Stewart dan artis2 barat boleh terus berjaya karena mereka terus menggali bahan2 baru, dan pakai manajemen profesional untuk membina pasar.

    ReplyDelete
  3. di indonesia ada artis tua yg masih eksis: rhoma irama. fenomenal banget bang haji itu. tapi artis2 lain memang sulit bersaing n habis.

    ReplyDelete
  4. musik itu kan soal selera, kalau gak cocok sama selera masyarakat ya habis. tugas artis2 utk membuat karya yg disukai masyarakat. rod stewart mampu melakukan itu. beda dg artis2 kita yg cepet habis.

    ReplyDelete
  5. betul juga. selera org berubah2 shg artis harus bisa menyesuaikan diri dg perubahan jaman. kalo gak disukai lagi ya habis. salut utk artis2 tua yg masih bertahan.

    ReplyDelete