07 February 2012

Pilot nyabu di Surabaya


Untuk kesekian kalinya pilot Lion Air ditangkap polisi karena nyabu.
Saiful Salam, si pilot 44 tahun, dicokok di Hotel Garden Palace
Surabaya. Hotel yang punya kafe jazz di Jl Yos Sudarso itu sejak dulu
memang jadi jujukan awak kabin Lion Air untuk menginap.

Kaget bukan main karena Sabtu pagi itu, 4/2/12, itu saya naik Lion Air
tujuan Jakarta. Sementara SS hendak menerbangkan Lion Air ke Makassar.
Andaikan tidak ditangkap, sudah pasti SS tetap lenggang kangkung
membawa ratusan penumpang ke Makassar.

SS mengaku sudah lama memakai sabu alias SS. Dus, bisa diduga kalau SS
biasa mengkonsumsi sabu sebelum menyetir pesawat. Hanya saja dia baru
apes pada Sabtu Pon itu sehingga ditangkap.

Sangat mengerikan membayangkan risiko penerbangan jika kristal putih
itu merusak konsentrasi sang pilot. Kita masih ingat beberapa tragedi
penerbangan yang marak pada 2006-2008.

Lion Airsedang naik daun saat ini. Pilotnya 600 lebih. Tentu saja jauh
lebih banyak pilot baik2 yang antinarkoba. Jadi, kasus pilot Saiful
ini hanya ulah individual alias oknum belaka.

Tapi bagaimanapun imej Lion Air tercoreng karena tiga pilotnya
tertangkap nyabu dalam bererapa waktu terakhir. Masyarakat pun
bertanya ada apa dengan Lion Air? Jangan2 beban atau tekanan kerja di
Lion Air terlalu berat sehingga awak kabin harus pakai doping obat2an
terlarang.

Bisnis airline sedang marak di Indonesia. Selain Lion, masih banyak
maskapai yang mempekerjakan begitu banyak pilot dan awak kabin lain.
Bisa jadi beberapa pilot nyabu ini hanya fenomena puncak gunung es
nakorba di kalangan awak penerbangan.

Maka, inilah momentum emas untuk mengenyahkan narkoba dan obat2an
terlarang di Indonesia. Tak hanya di kalangan pilot, tapi juga
profesi2 lain.

2 comments: